• Cekidot

    Nasib 'Burung' Koruptor Asal Ciamis

    Seorang pejabat yang sudah terbiasa mengorupsi uang rakyat dan diduga berasal dari Ciamis, akhirnya harus menerima kenyataan bahwa 'burung' kebanggaannya mengidap sakit yang parah. Sang burung rupanya selama ini dimanjakan dengan jajan sembarangan yang dimodali uang hasil korupsi anggaran yang dicolongnya.

    Pejabat tersebut akhirnya pergi ke dokter spesialis untuk memeriksakan diri. Ia pergi ke ibukota untuk mendapat pelayanan kesehatan terbaik dan diperiksa secara seksama. Sang dokter tercenung dan kemudian memandang pasiennya yang sedang gundah dan ketakutan.

    "Ini penyakit berbahaya, Pak," kata dokter tersebut, "Kondisinya sudah parah dan alat milik Bapak harus diamputasi supaya penyakitnya tidak menjalar ke mana-mana..."

    Lemaslah sang pejabat korup. "Aduh, cilaka aing...," pikirnya. Ia nyaris putus asa dan meminta waktu untuk berpikir.

    foto: crazytownmayor.com
    Demam pengobatan tradisional yang berasal dari negeri Cina melanda Indonesia, didukung iklan promosi gencar di televisi. Sang pejabat korup yang sudah hampir kehilangan seluruh semangat hidupnya dan dilanda ketakutan, akhirnya pergi ke sebuah klinik pengobatan Cina. Ia ingin mendapatkan semacam 'second opinion', dan berjumpa seorang sinshe senior di sana.

    Sang sinshe memeriksa keadaan pasien dan kemudian berkata, "Waa... ini wemang wenyakit welbahaya dan langka... Lu olang udah pigi ke doktel?"

    Sang pejabat mengangguk dan menjawab lemah, "Iya, Engkoh... Kata dokter teh ini harus diamputasi..."

    "Haiyaaa... Dasal doktel mata luitan... Sikit-sikit opelasi... Sikit-sikit amputasi... Maunya luiiit aja... Ini tilak pellu liamputasi laahhh...!"

    Sang koruptor sumringah. Ia tiba-tiba merasa lega dan sangat gembira. Semangat hidupnya langsung melambung kembali. Baginya, duit tidak masalah, bisa dicari dengan cara apapun, asal burung kesayangannya tidak diamputasi.

    "Jadii... burung saya teh tidak perlu diamputasi, Engkoh?" katanya sambil terlonjak dan nyaris teriak.

    Sang sinshe dengan bijak dan penuh keyakinan menggelengkan kepala, membuat perasaan pejabat korup itu tentram dan penuh harapan baru.

    "Tilak pellu liamputasi!" jawabnya meyakinkan.

    Sinshe mengeluarkan sebungkus racikan ramuan dan salep.

    "Lu olang minum lamuan ini aja, wulung lo liolesi salep ini yaa...," katanya, "Tluus, tunggu tiga hali aja..."

    Sang pejabat mengangguk-angguk.

    "Aduh, terima kasih banyak atuh, Koh... Tiga hari nya? Nanti sembuh ya Koh?" katanya.

    Sinshe menjawab dengan tenang, "Hayyaa, wukan gitu! Nanti copot sendili...!"

    Note:
    Penting untuk diperhatikan, naskah di atas merupakan adaptasi dari kisah humor "Dokter vs Sinshe" yang banyak beredar di dunia maya, dengan berbagai versi dan nama tokoh yang berbeda, contohnya seperti yang ada di laman ini. Belum jelas benar mana sumber aslinya. Tetapi info yang dapat dipastikan adalah bahwa tokoh 'pejabat korup yang diduga dari Ciamis' adalah suatu kesalahan. Isue tersebut jelas tidak benar, karena tidak ada pejabat korup di Ciamis.

    Sejarah

    Inspirasi

    Fiksi