• Cekidot

    Rindu Galendo Sepanjang Hayat


    Kerinduan terhadap makanan khas Ciamis terus terpatri dalam benak mereka yang menikmati masa kecil di kabupaten yang dulu bernama Tatar Galuh tersebut. Beragam ekspresi dapat ditelusuri pada tulisan-tulisan pribadi di dunia maya, yang menunjukkan bahwa kekhasan kuliner Ciamis memang tak dapat dilupakan hingga kapanpun.

    Catatan Eman Sudinta, seorang blogger berusia 67 tahun, sungguh menarik untuk dicermati. Sang blogger yang merupakan pensiunan dan sedang berusaha bertutur jujur -demikian tagline pada blognya- menyampaikan sepenggal kisah pencariannya terhadap makanan khas Ciamis yang selalu melintas dalam pikirannya ketika mengingat masa kecilnya dulu di Ciongka Ciamis.

    Tulisan berjudul 'Galendo Ciamis' tersebut juga memberi informasi bahwa galendo yang merupakan hasil ikutan dari pengolahan minyak kelapa, pernah amat terkenal di masa lalu. Masyarakat pernah mangalami masa-masa sulit yang sangat memprihatinkan, ketika makanan sulit didapatkan, sementara gerombolan DI/TII sedemikian intens turun dari Gunung Sawal untuk meranjah dan membakar kampung-kampung. Galendo saat itu termasuk makanan yang murah dan mudah didapatkan karena banyak pembuat minyak kelapa di sekitar Ciamis dulu.

    Pencarian Aki Eman berhasil mengantarkannya ke rumah pembuatan galendo di kawasan Cigarowek, dan ia bahkan mengabadikan produk galendo yang ditemukannya dan semacam alat pembuatnya yang disebut pangampaan. Ia mendatangi lokasi pembuatan galendo pada hari ketujuh lebaran 2012, dan merasa puas karena dapat bernostalgia dengan galendo Ciamis yang dicarinya.

    Sang blogger menutup postingannya dengan sedikit kegundahan. Tulisnya, "...meskipun sudah banyak dimodifikasi menjadi berbagai rasa seperti rasa coklat, strowberi, dsb, makanan ini tinggal menunggu waktu untuk punah..." Hal tersebut mengacu pada tanggapan anak-anaknya yang diminta mencicipi kuliner khas Ciamis tersebut. Satu anak menolak mencicipi, sementara yang lain menyebut galendo sebagai 'tidak enak'.

    Cita rasa dan selera masyarakat terus berkembang, dan berbagai macam olahan kuliner terus bermunculan. Konon ada juga yang menyatakan bahwa 80% makanan yang dijual di pusat perbelanjaan saat ini, tidak terdapat pada seratus tahun yang lalu. Lantas apakah galendo Ciamis akan punah dan tak mendapat tempat lagi di hati masyarakat?

    Faktanya, untuk mereka yang sudah tahu dan menikmati rasanya sejak kecil, dan memiliki ikatan emosional dengan makanan tersebut, tak kuasa untuk menghilangkan kerinduan terhadap galendo hingga sepanjang hayatnya...

    Sejarah

    Inspirasi

    Fiksi