• Cekidot

    Wah, Ada 'Desa Tiongkok' Digerebek Di Tengah Hutan di Wilayah Bogor!

    Sebuah lokasi tempat bermukim puluhan WNA asal Tiongkok, yang berada di tengah hutan di wilayah Desa Cinta Manik, Cigudeg, Bogor, digerebek oleh petugas imigrasi setempat yang didukung aparat kepolisian. Kehadiran petugas nampaknya keburu terendus oleh para pemukim ilegal, sehingga banyak di antara mereka yang kabur terlebih dulu. Mereka yang tertangkap hanya sedikit saja jika dibandingkan dengan jumlah sebenarnya, demikian diungkap saksi mata.

    Lokasi pemukiman pendatang yang cukup jauh di dalam hutan membuat sulit untuk dijangkau, bahkan kendaraan pun akhirnya tak mampu mendukung pergerakan petugas. Hal tersebut juga diduga menjadi sebab mengapa jumlah WNA yang berkumpul di sana cukup banyak dan seolah tak terdeteksi.

    Ketua Tim, Herman Lukman, yang merupakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor, kepada wartawan Radar Bogor yang ikut dalam rombongan, mengatakan bahwa mayoritas para TKA masuk dari jalur resmi namun menyalahgunakan izin tinggal. Sehingga mereka bisa dikenai pelanggaran sampai dideportasi ke negara asal. “Ada belasan tanpa paspor, sisanya punya kelengkapan. Rata–rata mereka pekerja tambang. Bisa dikenai Pasal 116 tentang penyalahgunaan dokumen,” kata Herman, sebagaimana dilansir Jawa Pos.

    Penemuan lokasi 'desa Tiongkok' di tengah hutan Bogor mengingatkan pada isu membanjirnya​ TKA (tenaga kerja asing) ke Indonesia, dengan segala bumbu berita dan hoax-nya.

    Tak ada salahnya semua pihak tetap waspada. Selain aktivitas kerja yang ilegal, eksploitasi alam berupa penambangan secara liar dan penanaman bibit tumbuhan tertentu yang tak diketahui aman tidaknya bagi lingkungan, keberadaan pemukim liar berpotensi menimbulkan kerawanan sosial dengan penduduk sekitar.

    Bagaimana dengan di wilayah Ciamis? Kepedulian yang tinggi dari semua pihak pada lingkungan dan semangat untuk mengolah sendiri kekayaan alam secara bertanggung jawab, dipercaya menjadi salah satu modal untuk mengantisipasi fenomena seperti ini terjadi di wilayah Tatar Galuh.

    No comments:

    Sejarah

    Inspirasi

    Fiksi