• Cekidot

    Carlos de Mello, Mantan Pemain Terbaik yang Memilih Jadi Coach Laskar Singacala


    PSGC mulai melangkah lagi menghadapi geliat kompetisi tahun 2017 Divisi Utama (Liga 2) PSSI dengan dengan hadirnya pelatih baru dari Brazil, Carlos de Mello. Pelatih berlisensi A-Pro dari CBF sejak tahun 2002 tersebut menunjukkan keseriusannya untuk terus berkiprah di Indonesia. Carlo datang ke Ciamis Sabtu (4/2/2017) dini hari dan langsung meninjau Stadion Galuh pada pagi harinya.

    Kepada SindoNews.com Carlos mengaku siap memberikan yang terbaik untuk PSGC. Ia sendiri mengungkapkan rasa senang atas kehadirannya kembali di Indonesia. Sebelum berlabuh di PSGC, Carlos sempat diberitakan media berminat menjadi pelatih di klub sepakbola tanah air.

    "Saya cinta Indonesia. Ini saya anggap sebagai negara kedua," ungkapnya kepada para wartawan. Ia mengapresiasi positif kondisi Stadion Galuh Ciamis. "Lapangan stadion ini bagus, cocok untuk sepakbola,” pujinya.

    Kehadiran Carlos de Mello disambut para pengurus dan supporter PSGC yang sudah menantikan kehadirannya. Bagi PSGC, Carlos merupakan jawaban di saat sulit. Sebelumnya, klub kebanggaan Tatar Galuh ini terkendala dalam merekrut coach lokal dan harus bersaing untuk mendapatkan Bambang Nurdiansyah atau Heri Kiswanto. Di lain pihak, Carlos menunjukkan kesungguhannya.

    “Saya sudah siap melatih. Jika tidak, mana mungkin saya datang ke Ciamis," ujarnya.

    ***

    Carlos de Mello termasuk di antara sedikit pemain bola asing yang sukses merumput di Indonesia. Situs Bola.com bahkan menobatkannya sebagai salah satu dari lima pemain bola Amerika Latin paling berpengaruh di Indonesia.

    Duetnya dengan sesama pemain asal Brazil, Jacksen F. Tiago, pada Liga Indonesia edisi perdana (1994-1995) menjadikan timnya, Petrokimia Putra, sebagai tim yang amat ditakuti. Ia kembali berduet demgan Jacksen F. Tiago untuk mengantarkan Persebaya meraih gelar kampiun pada kompetisi musim 1996-1997. Saat itu Carlos bahkan menjadi Pemain Terbaik Liga Indonesia.

    Gelar juara kembali diraihnya ketika membela PSM Makassar di kompetisi Liga Indonesia musim 1999-2000. Pemain kelahiran Rio de Janeiro yang memiliki kemampuan mengumpan sangat terukur dan gojekan khas ala Negeri Samba tersebut juga tercatat pernah membela Persib Bandung dan Persita Tangerang.

    Karir Carlo sebagai pemain sepak bola harus berhenti seiring usia dan kemampuannya, tapi keterlibatannya di olah raga paling populer ini tidak berhenti. Tahun 2005-2006, Carlos de Mello bergabung lagi dengan PSM Makassar, kali ini sebagai sorang pelatih. Tahun 2011-2013 ia didaulat sebagai pelatih Timnas Pelajar Indonesia.

    ***

    Manajer Herdiat Sunarya, sebagaimana dikutip Koran Sindo memastikan Carlos de Mello menjadi pelatih PSGC selama satu musim kompetisi. Meski kesepakatan nilai kontrak yang dicapai Carlos dengan pihak manajemen di bawah standar yang diharapkan, ia tetap setuju karena melihat PSGC sebagai tim yang bagus. Sebagai syarat, ia meminta diperbolehkan membawa satu asisten pelatih dari Brasil.

    Kesediaan Carlos disebut-sebut juga karena merasa tertantang untuk mengantarkan tim berjuluk Laskar Singacala tersebut menembus kasta tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air, ISL (Indonesia Soccer League). Carlos menargetkan dalam satu bulan tim sudah terbentuk. Ia melihat banyak potensi muda yang bagus dan kini segala urusan seleksi bergantung pada tangan dinginnya.

    PSGC akan mulai berlaga pada ajang Piala Trofeo di Banyumas dengan menghadapi PSIS pada tanggal 26 Februari 2017. Mampukah coach Carlos de Mello, mantan pemain terbaik kompetisi sepak bola Indonesia, membawa tim kebanggaan Ciamis ke puncak prestasi tahun ini? Semoga, dan mari kita dukung bersama!

    No comments:

    Sejarah

    Inspirasi

    Fiksi