• Cekidot

    Klarifikasi Berita Tertangkapnya Macan di Cikupa (11/10/2018)


    Belum lama ini, kabar tertangkapnya Macan Tutul Jawa (Phantera pardus Melas) di wilayah Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, telah menghebohkan para warganet Ciamis. Keprihatinan muncul, bahwa turunnya penguasa rimba tersebut (hingga sempat 'meneror' warga), adalah akibat musim kemarau yang panjang sehingga sulit mencari makanan. Ada pula kekuatiran bahwa habitatnya menyusut oleh alih-fungsi lahan hutan. Perburuan liar juga dianggap telah mendesak kehidupan hewan liar tersebut hingga makin sulit bertahan. Sang Penguasa Hutan terpaksa menjelajah lokasi yang bukan wilayahnya dan berhadapan dengan manusia.

    Laman instagram @ciamis.info dan fanpage CIAMIS secara responsif segera ikut menyebarluaskan berita tersebut pada hari Jumat (28/9/2018) dan memperoleh banyak tanggapan. Postingan pada fanpage CIAMIS bahkan diakses hingga lebih dari 100.000 kali, memperoleh ratusan reaksi dan puluhan komentar. Di satu sisi, besarnya animo netizen tersebut merupakan pintu masuk untuk menyebarkan kesadaran tentang konservasi sumber daya alam dan kepedulian yang lebih baik terhadap Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis.

    'Kabar Baru' Tertangkapnya Macan di Cikupa

    Kamis malam (11/10/2018) pukul 21.04 WIB, tiba-tiba muncul kabar baru bahwa telah tertangkap lagi macan di kawasan yang sama, Cikupa. Informasi melalui kotak pesan media sosial tersebut cukup mengagetkan, karena baru dua minggu berselang dari penangkapan sebelumnya, tetapi dasar keterangannya tampak cukup kuat.

    Kami menutup nama pemilik akun penyampai kabar pada <i>screenshot</i>, demi menghindarkan satu dan lain hal.
    Berdasar informasi tersebut, akun intagram @ciamis.info dan fanpage CIAMIS kemudian menerbitkan postingan dengan tujuan mengundang feedback informasi lebih lanjut (sebagaimana layaknya fungsi media sosial), dengan tidak lupa menyebutkan 'BELUM TERKONFIRMASI'. Segera setelah itu mulai bermunculan tanggapan, umumnya menyatakan keprihatinan. Sebagian warganet juga mulai membagikan ulang postingan tersebut.


    Hari Jumat (12/10/2018) pagi muncul tanggapan yang mengindikasikan bahwa info tersebut tidak benar dan sepatutnya memerlukan penelusuran lebih jauh. CIAMIS.info mengecek ulang pada pengirim kabar, yang tetap menyatakan kebenaran pesan yang disampaikannya.

    Pukul 9.36 WIB CIAMIS.info berhasil menghubungi BKKSDA Jawa Barat, Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya yang membawahi di antaranya Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis. Kepada CIAMIS.info, pihak BKSDA yang diwakili Dadang Saputra menjelaskan bahwa benar Tim BKSDA memang benar berada di wilayah Cikupa pada malam sebelumnya, dalam rangka mengadakan pemantauan.

    "Macan yang tertangkap pada tanggal 28 September di Cikupa sudah kita lepas-liarkan pada tanggal 2 Oktober di kawasan hutan Pasirtamiang. Setelah pelepas-liaran tersebut, kami mengadakan pemantauan," ungkapnya.

    Pihaknya juga mengakui terdapat anggota Tim yang berkomunikasi dengan pihak luar. Adanya kendala teknis komunikasi diduga menyebabkan terjadinya salah paham pada pihak penerima berita. Atas munculnya informasi yang melenceng tersebut, pihaknya juga sekaligus menyampaikan klarifikasi dan pelurusan.

    "Kami juga menyambut terbuka, jika ada para warga atau komunitas yang memiliki kepedulian, untuk bergabung dalam upaya-upaya menjaga kelestarian sumber daya alam di Gunung Sawal," pungkasnya.

    Penghapusan Berita

    Sembari mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pihak terkait, warganet dan media, yang secara responsif menyampaikan tanggapan, CIAMIS.info menyampaikan permohonan maaf atas postingan yang terlanjur diterbitkan. Postingan tersebut telah dihapus sebagai bagian dari pelurusan informasi.

    Pelajaran pentingnya adalah mengenai kehati-hatian semua pihak dalam menerima dan mencerna berita, terlebih lagi menyebarluaskannya. Meski postingan CIAMIS.info telah dilabeli 'BELUM TERKONFIRMASI', namun tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang tidak membaca dengan utuh dan salah mempersepsikan.

    Penutup, besarnya perhatian terhadap berita mengenai Macan Tutul Jawa (Phantera pardus Melas) di kawasan Gunung Sawal Ciamis, menjadi cercah harapan akan meningkatnya kesadaran dan keberpihakan terhadap upaya pelestarian sumber daya alam di Tatar Galuh tercinta.

    Salam Lestari!

    No comments:

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi