• FYI

    02 Agustus 2019

    Puncak Puspa Punya Cerita

    Siapa yang sudah tahu Puncak Puspa? Yang belum tahu, ayo ke sana! Kalian akan menemukan sebuah keajaiban yang tersimpan di alam raya. Tidak hanya di tempat lain, ternyata Kabupaten Ciamis pun memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ya, salah satunya ada di Puncak Puspa.

    Puncak Puspa adalah obyek wisata alam yang terletak di lereng Gunung Sawal, berlokasi di Dusun Pasireurih, Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Ketinggiannya 'hanya' 1004 mdpl saja, masih cukup rendah jika dibandingkan dengan puncak-puncak gunung umumnya. Hal ini menguntungkan para pendaki pemula, karena tidak perlu menguras banyak energi, cukup berjalan kaki sekitar 45 menit saja dari gerbang masuknya.

    Jalan berbatu yang dilalui pun tidak terlalu terjal. Kenakan saja sandal gunung atau sepatu olahraga, maka medan jalan sudah bersahabat dengan kakimu. Wangi pohon pinus yang tercium, menambah kesan suasana pegunungan sepanjang perjalanan.

    Dari informasi yang didapat, pada awalnya jalan menuju Puncak Puspa tersebut dibuka dengan tujuan untuk mempermudah akses penduduk yang memiliki lahan pertanian di atas bukit. Mereka butuh sarana transportasi untuk mengangkut pupuk dan material lainnya sebagai pendukung pertanian. Namun, jalan itu kemudian dijadikan akses menuju lokasi Puncak Puspa.

    Bagi pendaki pemula, menyusuri jalan selama 45 menit dalam keadaan menanjak memang cukup membuat kerepotan. Degup jantung berpacu lebih kencang. Sudah barang tentu cucuran keringat membanjiri sekujur tubuh. Akan tetapi, semua rasa lelah akan segera terobati, saat sampai di tempat tujuan. Pemandangan indah yang disuguhkan mengundang decak kagum dan kepuasan.

    Jika hari sedang cerah, kita dapat melihat pemandangan Kota Tasik yang indah. Apalagi kalau dalam keadaan gelap di malam hari, pemandangannya bertambah luar biasa. City light memanjakan sejauh mata memandang. Kalau mendung, jangan bersedih! Kita justru bisa merasakan betapa berada di sana serasa di atas hamparan awan seputih kapas yang mengelilingi.

    Asal-usul Nama Puncak Puspa

    Oh iya, mengapa tempat tersebut dinamakan Puncak Puspa? Salah seorang penjaga di sana bercerita, bahwa tempat itu banyak ditumbuhi pohon Puspa. Bahkan satu yang tumbuh di tengah-tengah tempat berkemah, adalah pohon paling besar. Sayang sekali, pohonnya sudah mati. Konon, matinya sang pohon diakibatkan oleh para pengunjung yang kurang bertanggung-jawab. Mereka sering menyalakan api unggun terlalu dekat dengan pohon, sehingga menganggu tumbuh kembang sang pohon.

    Pohon Puspa (Sumber: Wikipedia)
    Di tempat lain, pohon Puspa dinamai ‘Seru’, atau ‘Medang Gatal’. Pohon yang memiliki nama ilmiah Schima Wallichi ini merupakan sejenis pohon penghasil kayu pertukangan yang berkualitas. Kayunya kuat, keras dan bandel. Pohon ini termasuk kepada keluarga teh. Eh, tapi walaupun begitu, daunnya tidak lantas bisa diseduh seperti daun teh biasa, ya. Daun pohon Puspa hanya boleh dijadikan pakan untuk ternak seperti sapi, domba, kambing dan sejenisnya.

    Hati-hati, pohon ini memiliki zat (miang) di bawah lapisan kulit luar, jika digergaji akan berhamburan dan menyebabkan rasa gatal. Sebaiknya tidak bermain-main dengan pohon ini agar kulitmu tidak terserang ruam.

    Berdasarkan beberapa sumber, pohon yang memiliki bunga berwarna putih cantik ini berasal dari Nepal. Menyebar luas sampai ke Indonesia melalui Asia Tenggara, sampai di Kabupaten Ciamis, bahkan hingga ke Papua Nugini.

    Semoga populasi pohon Puspa di lokasi ini tetap lestari, ya. Mari kita sama-sama menjaganya.

    Penulis: Diantika I.E.
    Editor: @ciamis.info

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi