• FYI

    15 April 2013

    Apa Kabar Tekad Swasembada Jagung Ciamis?

    Kabupaten Ciamis menyimpan pesona dan potensi sumber daya alam yang melimpah, yang jika digarap secara optimal akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan yang besar. Penggunaan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia yang mumpuni, dipercaya dapat mengolah bumi Tatar Galuh untuk menjadi penyokong penyediaan kebutuhan masyarakat lokal, maupun berkontribusi secara nasional.

    Hamparan jagung siap petik, setahun lalu.
    Sebuah liputan menarik ditampilkan oleh blog Kertas Putih lebih dari setahun lalu, tentang pelaksanaan Panen Perdana Tanaman Jagung di lereng perbukitan Dusun Cariang Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Sang peliput yang sekaligus bertindak sebagai ajudan salah satu dirjen pada Kementerian Pertanian menyampaikan rasa kekaguman dan harapannya saat menyaksikan hamparan 300 hektar lahan pertanian jagung di lokasi kegiatan.

    Panen simbolis, harapan tentang kesuksesan berkelanjutan.
    Acara panen simbolis jagung oleh orang nomor satu di Ciamis, Bupati H. Engkon Komara, yang dihadiri para pejabat penting pemerintahan tersebut, menyiratkan kekuatan potensi alam Ciamis yang masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan. Keterlibatan berbagai pihak yang berkepentingan, yang secara nyata mendukung kegiatan pertanian, dari mulai pembibitan hingga pemasaran, sepatutnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Ciamis.

    Jagung, bagian dari potensi Ciamis yang tak usah diragukan.
    Penanaman mangggis (Garcinia mangostana) konon disebut sebagai tetengger (penanda) dimulainya kebulatan tekad masyarakat Ciamis untuk berswasembada jagung secara berkelanjutan. Pemilihan manggis sebagai komoditas perkebunan lokal, meskipun prospek ekspornya sempat dilanda masalah pelik (kasus ekspor manggis Tasik), memberi pula harapan akan peluang-peluang lain yang masih dapat dikembangkan.

    Pemkab, masyarakat dan instansi terkait dapat meneruskan kerjasama penelitian dan pengembangan potensi wilayah dengan perguruan tinggi dan para akademisi peneliti, untuk menghasilkan program-program unggulan lain.

    Penanaman manggis, penegasan sebuah tekad.
    Kerjasama sinergis berbagai pihak juga dapat menjadi solusi menyangkut anggaran yang dikucurkan. Dalam kegiatan panen jagung, sebagai contoh, Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan sosial (bansos) sebesar 130 juta rupiah yang akan digunakan kelompok tani sebagai dana untuk pembiayaan pembenihan jagung. Penggunaan anggaran yang transparan dan pola pengawasannya patut pula menjadi perhatian semua kalangan.

    Setahun sudah berlalu, apa kabar tekad Ciamis berswasembada jagung? Apakah program-program pertanian terus berkelanjutan, menyambung harapan yang bersemi di Bukit Cariang Girang? Semoga demikian, dan maju terus petani Ciamis!

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi