• FYI

    06 Oktober 2023

    Rahma Adytia, Pegiat UMKM Ciamis yang Bermula dari Hobi Jalan-jalan dan Kulineran



    Hobi jalan-jalan dan kulineran ternyata tak hanya berguna untuk menyegarkan diri, healing dan refreshing, di antara padatnya kesibukan sehari-hari yang seolah tak ada habis-habisnya. Pula, tak hanya menyalurkan rezeki agar membawa kebermanfaatan bagi lebih banyak orang. Bukan pula sekadar memuaskan selera makan yang menginginkan sajian istimewa dan tak 'biasa-biasa saja'.

    Rahma Adytia (30) menjadikan pengalamannya saat jalan-jalan dan kulineran sebagai inspirasi untuk membuka usaha saat kembali lagi ke Ciamis.

    "Setiap nemu kuliner yang unik dan punya peluang untuk dijual di daerah sendiri, apalagi (di sini) belum ada, selalu pengen buka," tuturnya pada CIAMIS.info, saat ditanya asal mula ketertarikannya untuk membuka usaha kuliner di kota Ciamis.


    Pemilik usaha kuliner bertajuk 'Sambal Bakar Madam' dan 'Sate Asin Madam' ini menyebut, usaha kuliner memang punya potensi dan peluang untuk terus bertahan dan bahkan berkembang. Namun, semua butuh perjuangan dan tidak selalu mudah.

    "Sukanya, untuk usaha di bidang kuliner ini, selagi kita bisa memenej dengan baik, maka usaha makanan tidak akan pernah mati, karena kebutuhan pokok kan, ya," terangnya.

    "Dukanya, ketika bahan-bahan pokok seperti rawit, bawang, dan lain-lain, harganya lagi melonjak tinggi, suka bikin bingung, sedangkan harga jual tidak bisa dinaikin," sambungnya.


    Ia berharap UMKM Ciamis bisa lebih diperhatikan lagi oleh pihak-pihak terkait, diangkat dan diberi ruang untuk bertambah maju. Ia mencontohkan, di antaranya dalam bentuk pameran khusus UMKM.

    Ia sendiri rajin mengikutsertakan produk sambal kemasannya dalam berbagai pameran, seperti di Bandung, Jakarta, dan lainnya. Pengiriman produk hasil inovasinya tersebut bahkan sudah sampai ke berbagai kota di Indonesia.

    Penentuan target dan perluasan pemasaran mendapat perhatian khusus Rahma. Ia melihat, jika hanya menyasar pasar lokal Ciamis, masih cukup banyak konsumen yang mendahulukan harga murah sebagai orientasi utama. Hal ini mungkin disebabkan oleh masih relatif rendahnya daya beli konsumen. Sementara itu, jika konsumen tergolong mampu, sebagian lebih memilih sekalian pergi ke kota tetangga karena dianggap 'lebih kota'.

    Meskipun demikian, Rahma tetap berharap ke depannya kondisi ini akan terus membaik dan para pegiat UMKM Ciamis dapat tumbuh dan tambah maju, serta turut membawa manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan Kabupaten Ciamis.

    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi