• Ads

    27 Februari 2026

    Gokil! Pertama Ikuti CTC 100K, Pelari Rancah Ciamis Ini Langsung Masuk 5 Besar bersama Trail Runners Elite Nasional


    Pelari asal Rancah, Sufyan Bayu, baru-baru ini berhasil menorehkan catatan sejarah dengan menjadi pelari pertama asal Tatar Galuh Ciamis yang mengikuti event CTC (Coast To Coast) Night Trail Ultra 2026 kategori 100K atau 100 kilometer, jarak terjauh yang diselenggarakan dalam event bergengsi tingkat nasional tersebut.

    Event tersebut diikuti oleh lebih kurang 5.800 peserta yang datang dari 23 negara, dan digelar pada 14-15 Februari 2026, bertempat di wilayah pesisir Pantai Selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para pelari melewati berbagai lokasi wisata di Yogyakarta yang berada dalam lintasan rute, di antaranya Pantai Depok, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangtritis, hingga Gumuk Pasir.

    Menempuh jarak 100 km, atau setara jarak Rancah-Nagreg, merupakan giat fisik luar biasa dalam menaklukan jarak, dan memenuhi batas waktu yang ditentukan agar digolongkan berhasil finish dengan baik. Sufyan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih pencapaian terbaik.

    “Alhamdulillah, atas izin Allah saya kembali mengikuti event ultra trail run. Sebelum mengikuti event ini, saya cukup lama tidak mengikuti event ultra trail run, terakhir Desember tahun 2024 pada event Siksorogo Lawu Ultra di kategori 50K,” ungkap Sufyan.

    Sufyan mengakui, keikutsertaannya tak terlepas dari ‘drama’, mengingat ia sendiri menyadari bahwa persiapannya tergolong kurang ideal. Terlebih untuk terjun dalam kategori tertinggi, 100 kilometer.


    Ia menyebut hanya melakukan trail run sekitar 3 kali, dengan jarak pendek. Selain itu, latihan larinya beberapa waktu terakhir hanya dilakukan di medan road. Semua itu disebutnya karena kesibukannya dan jarak yang cukup jauh ke lokasi latihan ideal. Diketahui, selain menjadi pelari, sehari-hari Sufyan adalah pengusaha dan praktisi dunia peternakan di Rancah.

    “Sesudah mendaftar kategori 100K, saya juga bukannya rajin latihan, ini mah malah kendor, dan sama sekali tidak strength training, tolong jangan ditiru,” ujarnya sambil tertawa.

    Tak heran, menjelang race, ia mengalami ‘demam panggung’. Karena mengalami susah tidur, batuk, kepala pusing, dan masuk angin, ia harus pergi ke minimarket demi mencari obat-obatan untuk mengatasi semua gejala ‘demam panggung’ itu. Ia sempat berpikir tak bisa mengikuti flag off atau DNS (Did Not Start). Beruntung, pada pagi harinya, sekitar 3 jam sebelum race dimulai, tubuhnya terasa membaik dan bisa mulai pemanasan.

    Secara mengejutkan, Sufyan tak hanya berhasil menyelesaikan total jarak 100 km dengan catatan waktu 17 jam 18 menit, tetapi juga sukses menembus ketatnya kompetisi dengan menjadi potential winner 5th, di belakang para pelari trail nasional terkemuka.

    Nama Sufyan Bayu, asal Ciamis, berada di belakang para pelari elite nasional, yakni Rahmat Mangkasara, Rachmat Septiyanto (Mas Jon), Sugeng Witrianto, dan Husen Saepudin.


    Prestasi Sufyan, seorang peternak muda dari wilayah pedesaan Ciamis, yang berhasil menembus 5 besar dalam ajang bergengsi lari trail nasional merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan menjadi kebanggaan tersendiri. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa potensi pelari lokal Tatar Galuh mampu berbicara di level yang prestisius.

    Keberhasilan Sufyan diikuti oleh pelari lainnya dari Ciamis, yakni Regi R. Supriadi yang turun pada kategori 80K. Sama seperti Sufyan, Regi juga baru pertama kali turun pada kategori yang diikutinya, atau virgin 80K. Ia berhasil menuntaskan race dengan catatan waktu 17 jam 25 menit. Berita keberhasilan kedua pelari yang membanggakan ini diunggah secara khusus oleh Komunitas Run.cah, tempat keduanya bergabung selama ini.

    Prestasi Sufyan dan Regi bukan kaleng-kaleng. Diketahui, CTC Night Trail Ultra 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) yang sudah menjadi anggota ITRA (International Trail Running Association) sejak 2016. Kredibilitas penyelenggara dibuktikan dengan pengakuan atas rute lari pada ketegori 30K, 50K, 80K, dan 100K yang mendapatkan poin ITRA dan UTMB Index yang digunakan untuk UTMB (Ultra-Trail du Mont-Blanc), event lari lintas alam terbesar dan paling prestisius di dunia yang dilaksanakan di Prancis.

    Tak heran, CTC Night Trail Ultra 2026 juga magnet tersendiri bagi para trail runners. Event ini diikuti oleh para pelari dari berbagai negara Asia, yakni Jepang, China, Korea Selatan, Kazakhstan, India, Thailand, Filipina, Vietnam, Cambodia, Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia. Selain itu, juga dari berbagai negara lainnya, yaitu Rusia, Australia, Belarusia, Colombia, Inggris, Kanada, Belanda, Algeria, Bulgaria, Jerman, dan Prancis.

    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi