Memanfaatkan waktu sepi di saat kebanyakan warga masih beristirahat, 4 orang pelaku curanmor menyatroni Kost Putri Madani yang berlokasi di samping Masjid Al-Hidayah, belakang Raihan Fotocopy, dekat kampus Fakultas Hukum Universitas Galuh, Baregbeg, Ciamis, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
Kunjungan para tamu tak diundang tersebut menyebabkan dua unit sepeda motor raib sekaligus, dan sampai saat ini belum ditemukan. Para pelaku curanmor datang pada pukul 2.11 WIB, dan awalnya menggunakan dua sepeda motor. Usai beraksi selama sekitar setengah jam, pada pukul 2.39 WIB mereka terekam kamera CCTV meninggalkan lokasi dengan masing-masing pelaku mengendarai sepeda motor.
Empat orang tersebut tampak cukup tenang melenggang dari TKP, bahkan sempat berhenti sebentar di ujung gang, sebelum akhirnya melaju di jalan raya. Saat kejadian, tak tampak ada orang atau kendaraan lain di gang yang dilewati, sehingga para pelaku benar-benar leluasa melakukan aksinya.
Eka (25), seorang karyawati yang menjadi korban curanmor ini, mengungkapkan kesedihannya. Sepeda motor Scoopy berwarna coklat krem dengan nopol Z 2421 VQ yang dimilikinya, selama ini sangat penting untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Selain kehilangan alat transportasi harian, kerugian yang dialaminya akibat kejadian ini ditaksir mencapai lebih kurang 18 juta rupiah.
Kepada CIAMIS.info, Eka menceritakan kejadian yang dialaminya. Dikatakannya, pada saat para pelaku curanmor datang, ada 3 unit sepeda motor yang terparkir di kost putri Madani yang ditinggalinya, terdiri atas 1 unit Scoopy miliknya, 1 unit Beat, dan 1 unit Vario.
“Yang pertama kali sadar itu teman saya yang ngekos di kamar bawah, sekitar pukul 03.17 sehabis dia beribadah malam. Kaget, karena yang tersisa cuma ada motor dia, yang Vario. Jadi, dia segera memberitahu saya yang ada di kamar atas,” tuturnya.
Eka menduga komplotan pencuri terlebih dulu membobol pintu gerbang, karena kunci gembok tidak ditemukan. Selain Scoopy miliknya, Honda Beat Z 2553 RO milik Yola (20), seorang mahasiswi Unigal, juga digondol maling. Kerugian Yola ditaksir lebih kurang sama seperti Eka, mencapai belasan juta rupiah.
Sebenarnya, ungkap Eka, kondisi motor saat diparkir sudah dikunci stang, dan motor beat pun dalam keadaan dikunci cakram. Namun, para pelaku ternyata bisa mengeksekusi kedua sepeda motor dalam waktu lebih kurang setengah jam saja.
“Jam 3.30 WIB saya dan teman saya langsung pergi ke Polres Ciamis untuk membuat laporan dan langsung olah TKP,” imbuh Eka.
Ia menyebut, seingatnya baru kali ini ada kejadian pencurian kendaraan di kostannya. Namun, kabar tentang kejadian pencurian di area belakang kost memang pernah didengarnya dari tetangga, yaitu pencurian laptop di pesantren, dan hilangnya sepeda motor RX King. Waktu kejadian-kejadian tersebut, imbuh Eka, sudah agak lama. Ironisnya, ia yang belum lama tinggal di situ kini malah menjadi korban.
Eka dan Yola hingga saat ini masih terus menanti kabar baik dari hasil penyelidikan pihak Polres Ciamis, dan berharap para pelaku curanmor dapat segera ditemukan, dan kedua kendaraan yang dicuri dapat dikembalikan.
Kontributor: Eka, Yola
Editor: @ciamisnulis


Medsos