• Ads

    12 Juli 2026

    Perkenalkan 'Bousan Drink', Mahasiswa Unpad Asal Ciamis Raih Gold Medal di Osaka Jepang


    Bermula dari keprihatinan atas maraknya konsumsi minuman tinggi gula di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda, Fadli Sabrian Ali Syahid, seorang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran asal Kabupaten Ciamis, bersama rekan-rekannya mengembangkan minuman probiotik yang sehat untuk mendukung kesehatan pencernaan.

    Bersama timnya, Fadli berhasil memproduksi minuman probiotik inovatif dengan cara mengolah buah-buahan yang berpotensi terbuang atau fruit loss menjadi minuman kombucha sehat, dengan menambahkan rempah-rempah khas Indonesia.

    “Inovasi ini bertujuan mendukung kesehatan pencernaan, mengurangi limbah pangan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal, sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pemberdayaan petani Indonesia,” tutur Fadli kepada CIAMIS.info, Minggu (12/7/2026).

    Minuman lokal berjenama Bousan Drink tersebut sudah dipasarkan melalui kantin-kantin yang ada di lingkungan kampus Universitas Padjadjaran, serta kerap tampil saat mengikuti event kegiatan. Melihat tanggapan positif terhadap produk yang sudah dihasilkan, Fadli dan timnya kemudian melangkah lebih jauh lagi dalam memperkenalkan inovasi timnya.

    Tak tanggung-tanggung, Fadli dan timnya terbang ke Negeri Matahari Terbit untuk mengikuti Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026, sebuah event pameran dan kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan oleh WIIPA (World Invention Intellectual Property Associations) bekerja sama dengan Chizal Corporation.

    Keberangkatan Fadli dan tim selain difasilitasi oleh INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association), juga membawa harapan serta dukungan dari segenap keluarga besar kampusnya. Kegiatan JDIE 2026 tersebut berlangsung pada 3–4 Juli 2026, bertempat di Kansai Airport Conference Halls, Osaka, Jepang.

    “Setelah produk ini mulai dipasarkan di Indonesia, kami tertarik mengikuti kompetisi inovasi di Jepang sebagai ajang untuk memperkenalkan karya mahasiswa Indonesia sekaligus menguji potensi dan minat pasar internasional terhadap produk kami. Alhamdulillah, Bousan Drink atau Kombucha Nusantara berhasil meraih Gold Medal,” ungkap Fadli tentang perjalanannya baru-baru ini.

    Prestasi pemuda kelahiran Tatar Galuh ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus maupun keluarga besarnya di kampung halaman. Terlebih JDIE adalah panggung pameran serta kompetisi berskala global yang diikuti oleh para penemu muda, pelajar, akademisi, hingga profesional yang datang dari berbagai negara. Mereka semua datang untuk mempresentasikan karya inovatif dan solusi kreatif yang diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat.

    Tak lupakan tanah kelahiran, Fadli berharap kaum muda yang berasal dari daerah semakin terpacu untuk melakukan giat nyata untuk membawa dampak bagi masyarakat.

    “Saya berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Ciamis, bahwa karya inovasi dari daerah juga mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat internasional,” pungkasnya.

    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi