• Cekidot

    30 Mei 2018

    Kurupuk Endoy, Kuliner Kriuk Legendaris nan Asoy!


    Anda yang berdomisili di wilayah Panjalu utara serta Sukamantri, atau yang mempunyai kerabat di sekitar sana, tentu tak asing dan mengenal Kurupuk Endoy. Cemilan kriuk dengan citarasa asin gurih nan sehat, tanpa banyak bumbu penyedap, ini memang amat populer. Kurupuk Endoy cocok menjadi teman ngopi, atau ditabur di atas mie instan maupun mie bakso.

    Kenapa disebut Kurupuk Endoy? Ternyata, terkait dengan sejarah dan asal-usulnya. Nama tersebut mengacu pada Sang Pembuat-nya. Makanan khas ini dibuat oleh Ma Endoy sejak tahun 1985 dan kemudian menjadi produk kuliner legendaris dari Hujungtiwu, Panjalu, Ciamis.

    Uniknya, sampai kini Ma Endoy masih mengolah kerupuknya sendiri secara tradisional. Ia terus menjalankan usaha kuliner rumahannya dengan melibatkan beberapa tetangga.

    Bahan kerupuk berasal dari aci sampeu (tepung tapioka, olahan dari singkong) produk rumahan. Tepung tersebut diuleni, dicetak dan kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Semuanya dikerjakan dengan proses manual.


    Setelah menjadi babanggi (kerupuk mentah), bahan tersebut kemudian disangrai bersama butiran kerikil sampai matang. Proses penyangraian dikerjakan di atas 'hawu' (tungku dari tanah). Selanjutnya, kerupuk ditaburi garam serta minyak bawang yang memberi aroma sedap.

    Kesederhanaan dan kekukuhan dalam menjaga tradisi pembuatan kerupuk, menjalar juga hingga pada aspek pemasaran. Ma Endoy tigin (berkomitmen) untuk tidak mau dimodernisasi dari kabaheulaan (gaya lama). Kurupuk Endoy tetap dijual 'curahan' seharga 50.000 rupiah perkilo. Ada pula yang telah dikemas sederhana memakai plastik bening dengan harga 12.000 rupiah perbungkus.


    Di sinilah keistimewaannya. Meski tidak menarik dari segi kemasan, namun Kurupuk Endoy telah menjelma menjadi primadona oleh-oleh khas lembur, apalagi di saat menjelang libur lebaran seperti sekarang ini.

    Jika pada hari-hari biasa Ma Endoy dan krunya 'hanya' menghabiskan 1 ton aci sampeu untuk jangka waktu sebulan, maka di bulan Ramadhan Ma Endoy bisa menghabiskan 1,8 - 2 ton untuk produksi kerupuknya tersebut.

    Penasaran? Anda yang belum pernah mencoba kriuknya Kurupuk Endoy, sempatkanlah membelinya jika bertandang ke kawasan Panjalu atau Sukamantri. Anda bahkan bisa langsung membeli dari 'hawunya' yang berada di pinggir jalan raya Panjalu-Sukamantri. Tepatnya, di Dusun Hujungtiwu 3 RT 09 RW 03, Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu. Dijamin deudeuieun (ketagihan), lurs!

    Kontributor: Ida Nurulhuda.
    Editor: Yuska Sadéwata.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi