• FYI

    20 Mei 2024

    Korban Gigitan Ular di Cihaurbeuti Dibawa ke RSUD Ciamis, Butuh Uluran Tangan dan Bantuan Dermawan


    Elis Supriatin (34), warga RT 03 RW 08 Dusun Cidangiang, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, tidak pernah menyangka bahwa kegiatan rutinnya menyapu halaman pada Kamis (16/5/2024) sekitar pukul 5.00 WIB, atau sesudah waktu salat subuh, ternyata menjadi awal musibah yang dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Saat ia sedang membersihkan halaman itulah seekor Trimeresurus albolabris atau ular hijau berekor merah menggigit bagian kakinya. Akibat gigitan tersebut, Elis merasakan mual, muntah-muntah, dan lemas. Bagian kakinya yang digigit ular mengalami pembengkakan sampai bagian paha.

    Melihat kondisi tersebut, Elis segera dibawa ke rumah sakit pada hari Kamis itu juga, tetapi sore harinya pulang kembali. Namun, kondisi Elis tak kunjung membaik, bahkan pada hari Sabtu (18/5/2024) bengkak di kakinya semakin parah.

    Akhirnya, pihak keluarga membawa Elis ke RSUD Ciamis. Namun, proses perawatan Elis yang membutuhkan biaya, sedangkan kepesertaan BPJS-nya dalam kondisi tidak aktif dan terdapat keterbatasan kemampuan finansial. Dukungan dan uluran tangan para dermawan sangat dibutuhkan, dapat dengan menghubungi terlebih dahulu 0812-1246-6231.

    Diduga Kuat karena Ular Viper Hijau


    Kasus gigitan ular terhadap Elis mendapat perhatian tersendiri dari pegiat Animal Lovers Ciamis Joehanes Liem yang akrab disapa Akong. Pecinta reptil yang kerap menyampaikan edukasi terkait interaksi manusia dan hewan ini menyebut, kemungkinan ular Viper HIjau atau ular Bangkai Laut sebagai

    Pegiat Animal Lovers Ciamis yang juga pecinta reptil Joehanes Liem mengatakan, kemungkinan ular yang menggigit Elis adalah ular Viper Hijau atau ular Bangkai Laut. Menurutnya, hal itu sesuai dengan keterangan Elis, korban gigitan ular tersebut.


    “Menurut pengakuan Teh Elis ular yang menggigitnya badannya berwarna hijau dan ekornya merah, sementara kepalanya berbentuk segitiga. Ini merupakan ciri yang khas dari ular Viper. Kalau di Sunda disebutnya Oray Hejo Buntut Beureum,” katanya.

    Menurut Akong, ular jenis ini menyumbang 50% kasus gigitan ular di Indonesia. Karakter ular yang tergolong berbisa serta berbahaya tersebut tergolong agresif, mudah merasa terganggu, dan kalau sudah begitu akan langsung menggigit.



    “Kalau sudah menggigit, bisanya itu disuntikkan lewat taringnya. Tapi tak semua ular yang menggigit itu mengeluarkan bisa. Ada juga gigitan kering, kalau ularnya kaget terus langsung menggigit, kemungkinan cuma gigitan kering,” katanya.

    Ular Viper Hijau, imbuh Akong, memiliki efek gigitan yang dapat sangat mematikan. Pada tahap awal, akan terjadi pembengkakan di bagian sekitar gigitan, dan sebagian jaringan akan terlihat berwarna merah gelap.

    “Itu sudah pertanda terjadi pendarahan internal di bawah kulit yang tergigit ular. Apabila tidak ditangani dengan baik, bisa fatal. Bahkan bisa menyebabkan kematian,” katanya.

    Langkah terbaik jika seseorang mengalami gigitan ular, menurut Akong, adalah dengan membawa sesegera mungkin ke rumah sakit agar mendapat penanganan terbaik. Terlebih jika muncul tanda-tanda pembengkakan, mual, dan lemas.

    Informasi dan konsultasi terkait interaksi dengan dunia hewan bisa didapatkan dengan menghubungi Animal Lover Ciamis, dengan narahubung Joehanes Liem (Akong) pada nomor 082126821336.

    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi