Warga pengguna jalan yang biasa melewati jalur daerah Pispun, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, diharapkan tetap berhati-hati saat melintasi area yang terdampak longsor sejak sekitar 2 tahun yang lalu.
Kondisi di lokasi, sebagian badan jalan tergerus erosi dan dapat membahayakan. Terdapat traffic cone dan papan penghalang untuk mencegah pengguna jalan terperosok ke jalan yang terdampak longsor. Sementara itu, bagian yang runtuh ditutup terpal untuk mencegah perluasan bagian jalan yang tergerus hujan.
"Sudah hampir dua tahun, kata warga setempat, jalan di Dusun Pispun ini rusak. Sudah dilaporkan sejak lama, dan ditinjau juga, tapi belum ada perbaikan," ujar seorang pengguna jalan yang menolak namanya disebutkan, saat menyampaikan keprihatinannya pada CIAMIS.info.
Ia menyebut, jalur tersebut biasa ditempuhnya sebagai jalan alternatif jika berangkat dari Tasik menuju ke Cipaku, atau sebaliknya, dengan melewati wilayah Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng.
"Kalau dari Sadananya dulu ada jalur angkot 020 trayek Sadananya-Kawali. Kalau dari Desa Cipaku mau ke Tasik, ini jalur alternatif via Kawali, Cipaku, Kujang," imbuhnya.
Saat ini, menurutnya, jalur tetap bisa dilewati, tetapi kondisinya tidak nyaman. Sepeda motor masih bisa berpapasan dua arah, tetapi karena kondisi cukup curam, maka perlu agak saling berdekatan atau mepet satu sama lain.
Sementara itu jika kendaraan roda empat lewat, hanya bisa satu arah. Biasanya terdapat warga setempat yang membantu buka tutup arus lalu lintas untuk memperlancar para pengguna jalan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Warga setempat, berdasarkan penelusuran pemberitaan media, sudah sempat mengusulkan pembangunan TPT (tembok penahan tanah) untuk memperkuat struktur jalan dan mencegah erosi lebih lanjut, terlebih di musim hujan.
Editor: @ciamisnulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar