Sebuah kegiatan yang memadukan pendekatan religi Islam dan budaya Sunda akan digelar di Jembatan Cirahong pada hari Sabtu (25/4/2026) pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan yang bertajuk “Rumat Sasak Cirahong Purwakala 1894” ini, mengutip rilis pihak Keraton Selagangga, dilaksanakan untuk menghidupkan lagi kesadaran masyarakat terhadap sejarah jembatan ikonik yang mulai dibangun 16 September 1893 dan diresmikan pada 1 November 1894 tersebut.
Kegiatan bertema "Ngarumat Tapak, Ngageuing Rasa, Mapag Cirahong Digjaya" ini disebut sebagai upaya kolektif yang diusung oleh berbagai pihak, di antaranya Persatuan Pesantren Ortodoks (PPO), Warga Sukapura, Warga Galuh, Dewan Kebudayaan Kota Ciamis (DKKC), keluarga Yayasan RAA Kusumadiningrat, keluarga RAA Kusumasubrata, dan berbagai pihak lainnya.
Pada kegiatan yang akan dilaksanakan, para peserta akan berdoa bersama untuk menetralisir hal-hal negatif dan memohon keberkahan, serta kelancaran dalam pembangunan dan pengembangan Jembatan Cirahong di masa datang.
Rangkaian acara akan disusun sebagai harmoni tradisi dan doa di atas jembatan bersejarah, dengan urut-urutan acara yang terdiri atas “Kirab Silaturahmi Sukapura-Galuh”, yakni prosesi rombongan warga Sukapura (Manonjaya) menyeberangi jembatan menuju sisi Galuh (Ciamis) sebagai simbol penyatuan niat dan persaudaraan. Selanjutnya, pada segmen “Rumat Budaya: Ngarajah Buhun” akan dilantunkan sastra lisan doa keselamatan dan penghormatan terhadap akar sejarah leluhur.
Selain itu, akan dilaksanakan “Gema Wahyu Ilahi” berupa kegiatan mengaji surah Yasin bersama, untuk mengetuk pintu langit demi keselamatan dan keberkahan wilayah Cirahong. Selanjutnya, pada mata acara “Tawasul, Sholawatan, Mahalul Qiyam dan Dzikir Bersama” para peserta diajak untuk membersihkan hati dan mengundang rahmat Allah SWT.
Prosesi puncak tolak bala dan penyucian kawasan Jembatan Cirahong akan dimulai dengan pemberangkatan rombongan warga dari wilayah Manonjaya-Tasikmalaya menuju Panyingkiran-Ciamis, dengan diiringi kumandang adzan secara serempak oleh tujuh muadzin. Iring-iringan rombongan tersebut kehadirannya diiringi oleh alat musik rebana dan lantunan shalawat.
Selanjutnya, akan dilakukan penyamaan persepsi dan musyawarah kawargian masyarakat Manonjaya-Tasikmalaya dan Panyingkiran-Ciamis tentang waktu ditetapkannya Mieling Ngadegna Sasak Cirahong berdasarkan tahun diresmikannya Jembatan Cirahong kala itu.
Penyelenggara kegiatan menetapkan Jembatan Cirahong sebagai titik lokasi pelaksanaan kegiatan. Para partisipan yang akan bergabung dalam acara ini dianjurkan untuk menggunakan busana muslim putih dan berkopiah.
Source: @keratonselagangga

Medsos