• Ads

    09 Mei 2026

    Kenalkan Payung Bercahaya, Dokcin Ajak Ibu-Ibu Majelis Taklim Mulai dengan Self-Love dan CKG


    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Eni Rochaeni–akrab dipanggil Dokcin, punya cara tersendiri untuk memperkenalkan program terobosan Dinkes Ciamis di hadapan ibu-ibu pengajian.

    Membawa misi sosialisasi program prioritas bertajuk Payung Bercahaya, dr. Eni mengajak jamaah ibu-ibu pengajian untuk memulai hidup sehat dengan Self-Love (Cinta Diri). Menurutnya, dengan langkah awal berupa Self-Love atau mencintai diri sendiri, maka hidup akan bergerak ke arah yang lebih baik.

    “Insha Allah, dengan diawali Self-Love, kita akan menjadi sehat, produktif, bahagia, dan penuh cinta,” tutur Dokcin.

    Dalam konsep Payung Bercahaya, imbuh dr. Eni, siapapun dapat mengambil peran seperti payung yang menjaga dan melindungi seluruh generasi sesuai siklus hidup manusia, yakni dari mulai bayi baru lahir, bayi, balita, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif, dan lansia. Payung juga dapat menjadi simbol perlindungan di saat panas maupun hujan, demi mewujudkan generasi emas yang bercahaya di tahun 2045.


    Dr. Eni mengaku saat ini pihaknya sedang aktif bergerak dari masjid ke masjid untuk menyosialisasikan Payung Bercahaya. Salah satu momennya, saat Tim Payung Bercahaya berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (PD BKMM-DMI) Kabupaten Ciamis ketika berlangsung kegiatan Halal Bihalal dan Sosialisasi Hasil Munas BKMM-DMI, Selasa (28/4/2026), bertempat di Masjid Agung Ciamis.

    Di hadapan lebih kurang 2.000 ibu-ibu majelis taklim se-Kabupaten Ciamis, Dokcin memaparkan Self-Love dan CKG (Cek Kesehatan Gratis). Ia mengajak jamaah pengajian untuk memperbanyak ‘senyum minimal 7 detik’, berterima kasih, bersyukur, dan beristigfar.

    “Kalau hal-hal ini dilakukan dengan rutin, ibu-ibu akan menjadi ‘payung bercahaya’ karena 4 hormon di dalam tubuh akan diproduksi dengan baik, yakni endorphin, serotonin, oksitosin dan dopamin,” ungkap dr. Eni.


    Mengutip laman Keslan Kemkes Ri, senyum minimal 7 detik sering pula disebut sebagai teknik ‘senyum 2-2-7’ atau senyum dengan cara menarik bibir 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan, lalu ditahan 7 detik. Teknik ini bertujuan memaksimalkan pelepasan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin ke otak. Durasi 7 detik dapat memicu relaksasi, mengurangi stress dan memastikan senyum yang ditampilkan akan terasa tulus, dan bukan merupakan kepalsuan.

    Dr. Eni mengajak semua warga Ciamis untuk memaksimalkan peran diri dalam menyebarkan pesan kebaikan. “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Yang terpenting di setiap masa adalah tinggalkan kenangan indah dan jejak kebaikan. Ayo, cintai diri sendiri dengan melakukan cek kesehatan gratis, dan jangan lupa ajak seluruh keluarga,” tandasnya.

    Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Ketua PD BKMM-DMI Kabupaten Ciamis Hj. Talbiyah M. Noer beserta jajaran pengurus, baik representasi BKMM-DMI maupun GOW, yang selalu tampil terdepan dalam mendukung program kesehatan masyarakat dari Dinkes Ciamis, di antaranya sosialisasi Payung Bercahaya, CKG, dan Ibu Asuh Stunting.

    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi