• Ads

    03 Mei 2026

    JPE Sukses Back to Back Rebut Gelar Juara, Syifa Al Fadila Jadi Orang Sukadana Pertama Peraih Gold Medal Proliga


    Keberhasilan klub bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) back to back menjuarai Proliga 2026 dengan mengalahkan Gresik Phonska Plus pada leg kedua di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026) lalu, menjadi pengalaman luar biasa dan keberkahan tersendiri bagi Syifa Al Fadila (17), pebola voli putri kelahiran Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

    Syifa yang berposisi libero berada satu tim bersama Megawati Hangestri Pertiwi—Most Valuable Player (MVP) yang juga pebola voli senior Indonesia, Tisya Amallya Putri (captain), Shindy Sasgia Dwi Yunia, Irina Voronkova, Wilma Salas Alishanova, dan para atlet profesional lainnya. Tak pelak lagi, ia turut merasakan kegembiraan dan kebanggaan saat timnya berhasil memastikan diri meraih lagi gelar juara seperti tahun sebelumnya.

    Talenta muda kelahiran 2000 yang masih terus tumbuh dan berkembang di kancah bola voli profesional Indonesia ini juga menorehkan prestasi tersendiri yang membanggakan tanah kelahirannya. Mengutip Toni Mulyana, coach yang sempat membimbingnya di usia dini, Syifa mencatatkan diri sebagai orang Sukadana pertama yang berhasil meraih gold medal Proliga dalam sejarah bola voli Tatar Galuh.

    Anak pertama dari dua bersaudara ini semakin memantapkan diri berada pada jalur yang tepat dalam menapaki jenjang karirnya, setelah merintis sejak tahun 2021, ketika masih duduk di kelas 6 SD. Kepada CIAMIS.info, Syifa sempat menyebut keberanian dan konsistensi sebagai modal utamanya memutuskan memilih mengejar cita-cita menjadi pemain bola voli putri profesional, meskipun “aku sendiri juga kadang masih kurang berani dan belum konsisten” katanya saat itu, setengah bercanda.

    Namun, kini perlahan tapi pasti perjalan karir Syifa menunjukkan progres yang sangat positif dan menjanjikan. Saat dimintai komentarnya usai ikut menjuarai Proliga 2026, Syifa tak menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan warga Ciamis, tanah kelahirannya.


    Bagi Coach Toni, meski Syifa hanya empat kali masuk line up dan sisanya menjadi cadangan luar pada perhelatan Proliga 2026, prestasi Syifa patut diapresiasi sebagai raihan yang luar biasa. “Syifa masih muda, baru 17 tahun, dan perjalanan karirnya masih panjang. Masih banyak kejuaraan-kejuaraan nasional lain yang mungkin Syifa akan berada di dalamnya,” ujarnya.

    Sang pelatih yang ikut berperan mengarahkan Syifa untuk masuk sekolah voli di Bandung tersebut, berharap kesuksesan yang diraih anak didiknya tersebut dapat menginspirasi generasi muda Tatar Galuh. Dikatakannya, saat ini pembinaan bola voli di Kabupaten Ciamis sudah mengalami banyak perkembangan positif.

    Sebagaimana diketahui, Syifa Al Fadila mulai menekuni bola voli sejak masih menjadi siswa kelas 6 SDN 2 Sukadana, dan berlanjut saat bersekolah di SMPN 1 Sukadana. Ia aktif mengikuti latihan dan berbagai kejuaraan, dari mulai Kejurda U-15, POPDA, Kejurda U-17, dan Kejurnas U-17.

    Beranjak usia dan memasuki level yang lebih tinggi, Syifa sempat memperkuat BIN O2C Bandung saat meraih meraih juara Kejurnas U-17 tahun, dan terus berkiprah pada berbagai event kejuaraan lainnya. Kini, bersama klub Jakarta Pertamina Enduro, Syifa ikut mencicipi manisnya momen kemenangan setelah meraih juara dalam kompetisi bola voli profesional tertinggi di Indonesia.

    Congrats, Syifa Al Fadila!

    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi