Komunitas Gada Membaca yang berdiri sejak tahun 2015 dan berdomisili di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, terus bertumbuh dalam mendukung gerakan literasi. Jumlah anggotanya yang terus meningkat–kini sudah 2.732 orang, dan terdiri atas berbagai kalangan maupun usia, mulai dari anak PAUD/TK, siswa sekolah dasar, hingga masyarakat umum, menjadikan komunitas ini semakin berdampak bagi masyarakat.
Layanan Komunitas Gada Membaca yang memberi akses bacaan secara gratis, terbukti menjadi magnet bagi para anggotanya, sehingga dipilih untuk menjadi ruang belajar bersama. Hal ini didukung pula oleh tumbuhnya antusiasme masyarakat, baik anggota maupun donatur, untuk memberikan dukungan dalam bentuk donasi buku.
Berbagai buku sumbangan yang diterima oleh Komunitas Gada Membaca tersebut merupakan bukti kepedulian masyarakat terhadap budaya membaca dan berbagi pengetahuan. Donasi atau hibah buku ini datang dari berbagai pihak yang dengan tulus memberikan dukungan bagi berkembangnya gerakan literasi.
Salah seorang donatur bernama Aat, warga Desa Kawalimukti, menyebut dirinya menyumbangkan buku peninggalan almarhum ayahnya agar lebih bermanfaat. Komunitas Gada Membaca diyakininya merupakan tempat yang tepat untuk menerima donasi tersebut, karena selama ini sudah menyelenggarakan kegiatan yang menginspirasi dan berdampak positif pada masyarakat.
“Saya sangat setuju dengan adanya kegiatan donasi buku ini. Buku yang sudah berada di Gada Membaca akan lebih bermanfaat karena dapat dibaca oleh banyak orang, koleksinya semakin lengkap, dan menyumbangkannya menjadi amal jariyah,” tuturnya.
Senada dengan Aat, penulis dan pegiat literasi Maman Suherman menyebut kegiatan donasi buku bukanlah ‘sekadar memberi bahan bacaan’, melainkan sesungguhnya berbagi pengetahuan dan harapan akan kehidupan masa depan yang lebih bermakna. Karenanya, selama ini ia pun aktif mengirimkan bantuan buku ke berbagai Taman Bacaan Masyarakat maupun perpustakaan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk kepada Komunitas Gada Membaca.
Keterlibatan masyarakat dalam mendukung gerakan literasi, melalui penggalangan donasi maupun hibah buku oleh Komunitas Gada Membaca juga mendapat penilaian positif dari Asep Saeful Rohman, akademisi pada Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Universitas Padjadjaran. Menurutnya, langkah strategis dan inovatif tersebut merupakan hal yang tepat untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun literasi. Dengan inisiatif ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima, tetapi juga dapat berperan sebagai subjek pemberi.
“Masyarakat akan merasa dihargai, dilibatkan, dan dapat hidup lebih bermanfaat bagi sesama. Mereka akan bangga ketika apa yang mampu mereka berikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lainnya, termasuk melalui berbagi buku maupun bahan bacaan lain yang masih layak dan memiliki nilai informasi serta pengetahuan,” ujarnya.
Asep menambahkan bahwa inisiatif ini perlu mendapat dukungan berbagai pihak. Terlebih, komunitas baca tidak selalu memiliki anggaran tetap, padahal di saat yang sama berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Menanggapi berbagai dukungan yang selama ini diterima, Ketua Komunitas Gada Membaca, Naufalia Qisthi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan donasi berupa buku-buku layak baca tersebut.
“Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan literasi di Gada Membaca. Setiap buku yang disumbangkan akan menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menghadirkan ruang belajar, menambah pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga kebaikan para donatur menjadi amal jariyah dan terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Ia mengundang dan mempersilakan semua pihak yang berminat untuk menyumbangkan buku bekas layak baca (non buku pelajaran sekolah), dengan mengirim ke alamat Komunitas Gada Membaca, Jalan Ciamis-Cirebon, Dusun Margajaya RT 02 RW 03, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Source: @gada_membaca
Editor: @ciamisnulis


Medsos