11 June 2014

Hari Ini, Benda Pusaka Peninggalan Galuh Dipamerkan!

Sudah berkunjung ke Pameran Pembangunan di Jalan Koperasi, Ciamis? Kesempatan istimewa yang merupakan ajang tahunan ini kembali diselenggarakan oleh Pemkab Ciamis, dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Ciamis ke-372. Tahun ini, acara digelar dari tanggal 4 hingga 22 Juni 2014 di Jalan Koperasi, Ciamis.

Berbagai stand ikut menyemarakkan kegiatan ini, di antaranya yang mewakili dinas dan lembaga di lingkungan pemkab Ciamis. Bertema ‘Bersatu Membangun Ciamis’, pameran ini seakan mewakili ajakan dan harapan baru, selepas pergantian pucuk kekuasaan di lingkungan pemerintahan Ciamis.
Beragam motif batik Ciamis ditampilkan di Pameran Pembangunan (4-22 Juni 2014)
Hari Rabu 11 Juni 2014 ini, lebih istimewa lagi. Sebuah event yang sangat langka akan digelar di Taman Raflesia, alun-alun Ciamis. Kegiatan akan berisikan:
  • Festival Kuliner Khas Tatar Galuh
  • Pameran Produk Ekonomi Kreatif (batik, handicraft khas Ciamis)
  • Pameran benda-benda cagar budaya bertema "Pusaka-pusaka peninggalan Kerajaan Galuh" di antaranya berasal dari: Museum Dangiang Galuh Pusaka, Museum Galuh Pakuan, Museium Galuh Imbanagara, Museum Bumi Alit Panjalu, Museum Tambaksari Rancah, dan sumber lainnya.
  • Juga diadakan Pameran Batik Ciamis.
Berminat? Jangan lewatkan kesempatan langka ini!

selengkapnya...

02 June 2014

Agenda Kegiatan Ciamis Sambut Hari Jadi


Tanggal 12 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Ciamis berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ciamis tanggal 17 Mei 1972, Nomor: 22/V/KPTS/DPRD/1972. Penetapan tanggal tersebut mengacu pada peristiwa pindahnya ibukota Kabupaten Galuh dari Calingcing ke Barunay (sekarang Imbanagara) pada tanggal 14 Mulud tahun He (12 Juni 1642). Peringatan hari jadi, dengan demikian, pada tahun 2014 ini akan menginjak yang ke-372.

Berbagai agenda kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut tanggal istimewa tersebut. Berikut ini sebagian dari acara-acara yang diberitakan oleh Eman Suparman Sastrapraja, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudpar Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang berlangsung di Cagar Budaya Astana Gede Kawali:

  • 30 Mei 2014
  • Dialog Budaya bersama budayawan dan seniman Tatar Galuh Ciamis, menghadirkan Dedi M., Bupati Purwakarta.
  • 31 Mei - 4 Juni 2014
  • Eskavasi Keraton Surawisesa bekas keraton Sunda Galuh Pakuan, cikal bakal Kerajaan Pajajaran bersama Prof. DR. Nina Lubis, dari Departemen Sejarah dan Filologi Unpad Bandung.
  • 2 - 3 Juni 2014
  • Jelajah Wisata Sejarah bersama Balai Kepurbakalaan dan Nilai Tradisi, Disparbud Propinsi Jabar.
  • 1 - 4 juni 2014
  • Pameran Krida Pertanian dan Pentas Seni Tradisional di Alun-alun Lnggawastu Kawali, diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang berlangsung di Ciamis:
  • 4 - 18 Juni 2014
  • Pameran Pembangunan SKPD dan Pameran Ekonomi di jalan Koperasi, Ciamis.
  • 12 Juni 2014
  • Prosesi penyerahan Pataka dari Gedung Negara kepada DPRD Kabupaten Ciamis, dilanjutkan dengan sidang paripurna.
selengkapnya...

30 May 2014

Tubuh Itu Jatuh, Dari Atas Jembatan Cirahong, Di Siang Bolong!


Sekira jam dua siang, aku sudah berada di sekitar Jembatan Cirahong. Terpaksa mengambil jalan pintas, sebab perjalanan dari Cijantung ke tempat tujuan, di Tasikmalaya, cukup jauh. Lumayan ‘kan, bisa menghemat waktu. Perjalanan kulalui dengan lancar, tetapi di dekat jembatan semua kendaraan harus mau bersabar dulu, mengantri. Jalan yang sempit membuat para pengguna jalan harus memasukinya bergantian.

Untungnya suasana di sekitar Jembatan Cirahong memang begitu asri dan menyegarkan pandangan mata. Aku sejenak terbwa suasana. Jembatan tua peninggalan jaman Belanda itu masih tetap gagah dan kokoh, meskipun ketinggiannya membuat ngeri. Apalagi saat kupandang batu-batu yang jauh berada di bawah. Apa jadinya jika ada yang jatuh ke sana?

Tiba-tiba, “Jambreeet! Jambreeet!” Seorang ibu berteriak-teriak, mengagetkanku dan orang-orang yang berada di sekitar situ. Seseorang yang diduga penjambret dengan cepat dibekuk oleh masyarakat, karena memang tak sedikit yang sedang berada di sekitar jembatan. Kejadian itu segera menyita perhatian semua orang.

Untungnya, masyarakat nampaknya cukup baik, tak terbawa nafsu untuk main hakim sendiri. Sang terduga penjambret tak dihajar oleh kerumunan orang, seperti yang biasa diberitakan. Aku lumayan lega dan ikut melihatnya diamankan ke atas jembatan. Tapi nafasku serasa terhenti sedetik kemudian.

“Aaaah!” tubuh itu berteriak, ketika melayang menuju bawah. Entah ide siapa, sang terduga penjambret didorong dari atas jembatan. Teriakannya terus mengiang-ngiang. Aku memutuskan untuk kembali pulang, dengan gemetar, dan tak jadi melanjutkan perjalanan. Berkali-kali kuucap istigfar untuk menenangkan hati yang terguncang.

Nampaknya bukan hanya aku yang mengalami guncangan kengerian, karena banyak orang yang hanya bisa melongo, tercekat menyaksikan kejadian yang begitu cepat. Bagiku, kejadian itu merupakan pengalaman mengerikan yang tak terlupakan.

(Catatan: Jembatan Cirahong bukan hanya dikenal eksotis panoramanya, tetapi juga menyimpan kisah-kisah misteri yang menyertainya. Salah satunya, seperti diceritakan kembali oleh Anez, di laman kumpulan cerita mistis, Reunion.web.id. Kisah ini, yang konon terjadi pada sekitar tahun 2002 atau 2003, direka-ulang untuk ditampilkan kembali di sini.)

selengkapnya...

29 May 2014

Prediksi Daftar Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Periode 2014-2019


Total anggota DPRD Kabupaten Ciamis untuk periode tahun 2014-2019 adalah sebanyak 50 orang, berasal dari 6 Dapil (daerah pemilihan), dan akan ditetapkan pada pelantikan tahap pertama. Selanjutnya, karena anggota dewan dari Dapil 5 dan Dapil 6 akan menjadi anggota DPRD Kabupaten Pangandaran (pemekaran), maka jumlah anggota DPRD Ciamis akan berkurang.

Penambahan jumlah agar kembali menjadi genap 50 orang, untuk susunan anggota dewan Ciamis, akan dilakukan dengan mengganti anggota yang ‘hilang’ secara proporsional, berdasar raihan suara yang ada.

Berikut ini prediksi daftar nama anggota DPRD Ciamis periode 2014-2019, berdasarkan keputusan rekapitulasi perolehan suara yang ditetapkan oleh KPUD Ciamis, tertanggal 12 Mei 2014, yang dilansir oleh situs resmi KPUD Ciamis, ditantatangani oleh Kikim Tarkim, S.Ag., M.Si. (Ketua), Agus Fatah Hidayat, S.Sos., M.Si. (anggota), Didi Heryadi, SH. (anggota), Taopik Iskandar, SH. (anggota) dan Ade Rusmana, SH. (anggota).

    PDIP:
  1. Oih Burhanudin (Dapil 1)
  2. Sarif Sutiarsa (Dapil 1)
  3. H. Asep Roni (Dapil 2)
  4. Ohan Hidayat (Dapil 2)
  5. Yogi Permadi (Dapil 2)
  6. Amin (Dapil 3)
  7. Angga Nugraha, SP. (Dapil 3)
  8. Beni Octavia (Dapil 4)
  9. Nanang Permana, SH. (Dapil 4)
  10. Iwan Mohamad Ridwan, S.Pd., M.Pd. (Dapil 5)
  11. Asep Noordin H.M.M. (Dapil 5)
  12. Ida Nurlaela (Dapil 6)
  13. Golkar:
  14. Ganjar M. Yusuf (Dapil 1)
  15. Heri Rafni Kotari, AMd. (Dapil 1)
  16. R. Dida Yudanegara, SH., MSi.
  17. Dr. H. Masduki Heryana, MM. (Dapil 3)
  18. Kuncoro Jatisuroso, SH., MM.(Dapil 4)
  19. Muhamad Taufiq, S.Ip., M.Si. (Dapil 5)
  20. Ade Ruminah (Dapil 6)
  21. PAN:
  22. Yana D. Putra (Dapil 1)
  23. Hendra S. Marcusi (Dapil 2)
  24. Eson Suryadi, ST., MM. (Dapil 3)
  25. Ir. H. Suyono (Dapil 4)
  26. H. Ino Darsono (Dapil 5)
  27. Imang Wardiman (Dapil 5)
  28. Muhrodin Susilawan (Dapil 6)
  29. PKB:
  30. Dadan Sihabudin, S.IP, MM. (Dapil 1)
  31. Asep Dian Permana Yudha, S.Sos. (Dapil 2)
  32. Imam Dana Kurnia, S.PT. (Dapil 3)
  33. Drs. H. Wagino (Dapil 4)
  34. Jalaludin, S.Ag. (Dapil 5)
  35. Sutarya (Dapil 6)
  36. PKS:
  37. Asep Juju (Dapil 1)
  38. Ade Amran (Dapil 2)
  39. Ipah Hudaifah (Dapil 3)
  40. Rini Kustantri (Dapil 4)
  41. H. Endang Ahmad Hidayat (Dapil 5)
  42. Gerindra:
  43. H. Ludi Mara (Dapil 1)
  44. Demokrat
  45. Erik Krida Setia, ST. (Dapil 1)
  46. Yulianti, SE. (Dapil 2)
  47. Sofwan Ismail, S.Psi. (Dapil 3)
  48. Hakimah (Dapil 4)
  49. Syarif Haerul Anwar (Dapil 6)
  50. PPP:
  51. Mamat Suryawijaya, S.Pd. (Dapil 1)
  52. Toni Mohamad Taufikurrohman (Dapil 2)
  53. H. Agus Zakaria (Dapil 2)
  54. H. Jajang Ismail (Dapil 6)
  55. Nasdem:
  56. H. Dadang R., SH.(Dapil 1)
  57. Hanura:
  58. H. Tito Achmad Setra (Dapil 3)
  59. PBB:
  60. Andang Irpan S., S.Ag, SH. MH. (Dapil 4)

Nama-nama yang akan ditambahkan setelah pengurangan akibat pemekaran:
    Dapil 1:
  1. Hj. Titi Sutianah, SIP (Golkar)
  2. Agus Priatna, S.Sos (PDIP)
  3. Drs. H. Komar Hermawan (PAN)
  4. Imran, S.Sos (Hanura)
  5. Dapil 2:
  6. Jaenal Aripin (PDIP)
  7. H. Endang Kusnandang, S.Pd (Nasdem)
  8. Pipin Arif Apilin (Gerindra)
  9. Dapil 3:
  10. Mamat Rahmat (PKS)
  11. Nanda Juanda (Nasdem)
  12. Agus Rohimat (Gerindra)
  13. Dapil 4:
  14. Drs. Oyat Nurayat, M.Ag (PPP)
  15. Suryana Kp, S.Pd. MM (Gerindra)
  16. Sugiharto, S.IP (PDIP)
selengkapnya...

28 May 2014

Suatu Malam untuk Jagadalu dan Ki Tempang

Pertengahan malam. Sedari punggung bukit ia sudah memperhatikan. Ketika, sebagaimana biasanya, ia berkeliling menjalankan kewajiban. Mereka, ketiga orang itu, tampak melanjutkan perjalanan dengan langkah-langkah pasti, menapaki turunan, menuju arah perkampungan. Sesekali, melewati dedaunan, semak-semak dan rambatan tetumbuhan liar. Hingga akhirnya berhenti, di bawah rerimbunan pohon yang menyembunyikan kehadiran. Terdengar gumam percakapan.

“Sudah dekat. Hati-hati. Siapa tahu ada ronda malam!” “Alaaah, biar aku yang urus. Kuhabisi sekalian!” “Dasar dungu, bisamu hanya membunuh, menyembelih leher orang. Pakai otak! Apa jadinya kalau orang sekampung mengepung kita?” “Kamu takut? Dasar nyalimu memang kerdil! Kalau mau meniru gerombolan, harus tega, jangan pakai perasaan....” “Heh, kalian berdua, dasar sama-sama bodoh! Jangan ribut! Sudah, ayo. Jangan lupa, pilih rumah paling besar, siapa tahu malam ini kita bisa dapat duit dan perhiasan sekalian.”

Mereka bergerak lagi. Tiga pasang mata semakin tajam. Tangan mereka sudah memegang gagang senjata masing-masing. Semakin dekat. Ketegangan semakin memuncak. Tubuh mereka semakin basah oleh keringat. Tiba-tiba, langkah mereka tercekat. Samar-samar, sesosok bayangan tampak menghadang. Ia, yang sedari tadi terus membuntuti ketiga orang itu, sudah melesat dan berdiri tegak.

“Terima kasih, Ki Tempang. Inilah kewajiban kita, menjaga tapal batas Rajad├ęsa ini. Jagadalu tidak bisa apa-apa tanpamu. Sekali lagi, terima kasih. Ia membelai, mengusapkan telapak tangannya perlahan. Suara auman membahana, membangunkan lelap malam. Sosok harimau hitam memancarkan sorot matanya yang menyala. Ekornya bergerak-gerak, seolah mengejek mereka yang hanya bisa terbelalak. Tiga jasad yang berteriak tanpa suara, ditikam oleh ketakutan yang amat sangat. Terapung-apung dalam kemarahan air sungai yang meluap-luap, ke arah hilir.

Kesunyian lantas datang menghampiri perkampungan. Angin sepoi menyambut bulan yang tiba-tiba datang. Arak-arakan awan menghilang seirama lenyapnya sorak-sorai kemenangan. Dua bayangan berjalan perlahan, di bawah sorot temaram Dewi Malam, memantulkan jutaan pesona kegagahan. Lalu, mereka melesat.

Jagadalu dan Ki Tempang melintasi jaman, dalam rangkaian kata-kata dan dongeng malam, dari masa ke masa, dari generasi ke generasi lainnya. Generasi yang semoga tak makin melupakan.
selengkapnya...