Suara Hati dari Nagarajati

"Welcome to Nagarajati." Ungkapan penyambutan tamu itu menjadi terasa sebagai ironi. Pemandangan yang nampak adalah Jalan Cigerang, jalur terparah pada terusan Nagarapageuh - Nagarajati - Natanagara sampai ke Jagabaya, Panawangan. Kondisinya konon sudah lama berlangsung.

"Setahu saya itu sudah sepuluh tahun belum ada perubahan," ungkap Aries Supriatna salah seorang warga pengguna yang -mau tak mau- terpaksa melintasinya.

Keadaan ini, ironisnya, sangat berbeda dengan fasilitas jalan yang cukup baik dan memadai di Desa Cantilan, bagian dari kecamatan tetangga yang termasuk  wilayah kabupaten Kuningan. Tak heran, banyak warga Ciamis di sekitar wilayah tersebut memilih pergi ke wilayah Kuningan untuk keperluan sekolah, perbankan, belanja dan lainnya.

Kondisi jalan yang buruk, apalagi jika sedang turun hujan, membuat para netizen warga satempat mempertanyakan perhatian dari pihak-pihak berwenang. Kabar mengenai aspirasi yang konon sudah sampai dan diterima oleh dewan, belum juga ditindaklanjuti secepatnya. Di lain pihak, keterbatasan kemampuan, anggaran dan sumber daya, lazimnya menjadi penghambat pengentasan minimnya sarana transportasi rakyat.

Semoga infrastruktur transportasi di seluruh wilayah Ciamis semakin membaik pada masa mendatang, dengan melibatkan seluruh komponen pemangku kebijakan, pelaksana program dan seluruh lapisan masyarakat.

selengkapnya...

Rekam Jejak Ustadz H. Zaenal Abidin, Qori Asal Lakbok Ciamis yang Berprestasi di Tingkat Dunia

Berita tentang keberhasilan Ustadz H. Zaenal Abidin, warga RT 20 RW 06, Kampung Sukamukti, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Ciamis, menjadi Juara I MTQ Internasional di Turki, sehingga mengharumkan nama negara dan mendapat kehormatan menerima hadiah langsung dari Presiden Turki, Recep Teyip Erdogan, salah satu pemimpin muslim paling berpengaruh di dunia, disambut sukacita dan rasa syukur warga Ciamis, Jawa Barat, dan Indonesia pada umumnya. Hal tersebut di antaranya tercermin dalam berbagai tanggapan dan postingan di media sosial yang ikut menyiarkan kabar tersebut. Beberapa pihak bahkan menunjukkan rasa prihatin atas minimnya pemberitaan prestasi ini di ranah media mainstream.

Ustadz H. Zaenal Abidin (34 tahun) menjadi sosok yang menginspirasi generasi muda, berkat kegigihan dan perjuangannya untuk meraih prestasi tertinggi , bahkan meski harus berjuang ‘sendirian’ dan mengalami persaingan yang ketat. Rekam jejak yang terliput media, sebagaimana di antaranya dimuat oleh laman Radar Tasikmalaya, dapat menjadi contoh nyata.

Setahun lampau, pada 29 Agustus 2015, ustadz muda yang rendah hati ini mengikuti musabaqoh tingkat dunia di Masjid Istiqlal Jakarta, yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama RI. Undangan via email dari Kemenag Propinsi Jawa Barat diterimanya pada 26 Agustus 2015. Ia kemudian berangkat untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan biaya sendiri, tanpa sponsor lembaga mana pun maupun pemerintah. Laman fokusjabar.com bahkan menggambarkan kepergian Sang Ustadz tersebut sebagai 'kisah pahit' karena sempat mengalami 'ngeteng' naik Bus Budiman dan hanya membawa bekal uang pas-pasan.

Ia akhirnya meraih gelar Juara I pada ajang tersebut, mengalahkan finalis kedua dari Filipina dan finalis ketiga dari Iran. Ketiganya merupakan yang terpilih dari seleksi ketat atas 21 peserta dari 11 negara. Hadiah uang yang diterimanya kemudian dipergunakan untuk mengembangkan lebih lanjut Ponpes Nurul Jannah di kampung halamannya, yang dirintisnya sejak tahun 2012 dengan dana mandiri dan swadaya masyarakat setempat.

Ustadz H. Zaenal Abidin menjadi contoh proses perjuangan yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran, bukan peraih keberhasilan dadakan atau instan. Ia mengaku mulai belajar mengaji sejak di bangku sekolah dasar pada tahun 1995, ketika menjadi santri di Pesantren Arriyadhoh, Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di MAN Gegempalan, yang terletak di komplek Ponpes Gegempalan, Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Ciamis. Tahun 2006, ia sempat menimba ilmu di Ponpes Miftahurrohmah, Malangbong, Garut. Proses pendidikan dan latihan yang panjang telah membentuk kemampuannya yang luar biasa.

Ustadz yang mengaku terkesan dengan negara Turki, saat mengunjungi negara tersebut untuk mengikuti MTQ Internasional baru-baru ini (dan meraih Juara I dengan menyisihkan pesaing dari 40 negara) tak henti memberi motivasi siapa pun untuk terus belajar tajwid dan membaca Al-Quran. “Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa di sini. Turki juga negeri yang sangat indah. Semoga ke depannya lebih bisa menjaga dan mengamalkan Al-Quran," tuturnya dalam wawancara dengan media televisi setempat.

Video lantunan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh Ustadz H. Zaenal Abidin, diunggah oleh Asep Ali Ridwan di YouTube:

selengkapnya...

Luar Biasa! Ustadz H. Zaenal Abidin, Qori Asal Lakbok Ciamis, Menjadi Juara I MTQ Internasional di Turki

Bulan Ramadhan 1437 H., tahun 2016 ini, membawa berkah dan kabar gembira bagi bangsa Indonesia, khususnya warga Lakbok dan Ciamis seluruhnya. Seorang putra bangsa terbaik, Ustadz H. Zaenal Abidin (34 th), pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jannah Lakbok, Ciamis, berhasil menjadi Juara I pada Intenational Holy Quran Memorization (Hafidz) Recitation (Qiraah) Competition yang berlangsung di Masjid Fatih Istanbul, Turki, 10 hingga 20 Juni 2016. Ustadz muda tersebut meraih posisi puncak setelah bersaing dengan perwakilan dari 40 negara pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Turki.

foto: Serambi Indonesia
Prestasi ini sekaligus mengulang kesuksesan Indonesia menjadi juara pertama untuk kedua kalinya, setelah pada tahun 2015 lalu seorang qari dari Aceh, Takdir Feriza Hasan, meraih posisi yang sama. Juara tahun lalu, Takdir Feriza Hasan, juga mendapat undangan sebagai tamu kehormatan dan mendampingi H. Zaenal Abidin bersama Ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Turki, Azwir Nazar, di ajang bergengsi tersebut. Tak heran, rilis berita sudah diturunkan oleh Serambi Indonesia, laman berita Aceh, pada 17 Juni 2016.

"Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa disini, Turki juga negeri yang sangat indah, semoga kedepannya lebih bisa menjaga dan mengamalkan alquran" ungkap Ustadz H. Zaenal Abidin kepada Haber TV, dalam sebuah interview seusai dirinya bertemu dengan Presiden Turki Recep Teyyep Erdogan dan menerima pembagian hadiah. Penyerahan hadiah diadakan setelah shalat Jum'at dan dihadiri oleh ribuan hadirin.

Semoga keberhasilan ini menginspirasi generasi muda Ciamis, agar terus maju dan berprestasi di berbagai bidang.

Video penyerahan hadiah oleh Presiden Turki Erdogan kepada Ustadz H. Zaenal Abidin, sebagaimana diunggah oleh Asep Ali Ridwan di laman YouTube:


selengkapnya...