• FYI

    07 Mei 2020

    Turun ke Bawah di Hari Pertama PSBB, Bupati Ciamis Sempatkan Kunjungi Pangkalan Ojek


    Kabupaten Ciamis memasuki periode baru dalam perang melawan penyebaran COVID-19 yang masih terus berlangsung di tanah air. Terhitung mulai hari Rabu 6 Mei 2020, Pemerintah Kabupaten Ciamis menerapkan PPSB (Pembatasan Sosial Skala Besar) untuk waktu 14 hari ke depan.

    Penerapan PPSB selama dua minggu ke depan di Kabupaten Ciamis ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi Jawa Barat, sebagaimana ditetapkan oleh Gubernur M. Ridwan Kamil dan disepakati oleh seluruh kabupaten/kota di wilayah Jabar.

    Namun, meski PPSB dianggap sebagai ‘langkah positif’ dan ‘upaya yang baik’ dalam mengendalikan pergerakan manusia untuk mencegah penyebaran corona virus, terdapat kenyataan lain yang tak dapat dipungkiri mengenai semakin beratnya beban masyarakat yang terdampak.

    Pengaruh pandemi COVID-19 dari hari ke hari makin dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Tak hanya dunia bisnis di lini utama yang terpukul karena lesunya daya beli masyarakat dan mobilitas yang nyaris terhenti, dampak lebih besar justru dirasakan oleh para pelaku usaha di sektor informal yang jumlahnya amat banyak.

    Salah satu profesi yang cukup terpukul oleh datangnya wabah COVID-19 adalah pengemudi angkutan rakyat, baik roda empat maupun roda dua. Di antara penyebabnya adalah liburnya para pelajar karena diganti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara daring (online) dan ‘liburnya’ para pekerja yang menjalani WFH (Work From Home).


    Selain itu, penerapan social/physical distancing telah memberi pengaruh tersendiri, menyebabkan masyarakat memilih untuk menghindari bepergian jika tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak.

    Akibatnya, para pengemudi angkutan kota/desa dan ojek, baik tradisional maupun online, mengalami kelesuan pendapatan yang luar biasa. Kondisi ini sangat mengancam kehidupan pribadi maupun keluarga, apalagi jika para pengemudi tersebut selama ini menggantungkan sepenuhnya pendapatan dari profesi ini.

    “Situasi memang serba sulit, kita perlu memupuk solidaritas antar sesama,” ungkap Herdiat Sunarya, Bupati Ciamis, di sela-sela kunjungannya pada lokasi pangkalan ojek di wilayah Ciamis, Rabu (6/5/2020).

    Ditemani oleh hanya beberapa staf dan tanpa membawa wartawan, Bupati Ciamis menyempatkan diri untuk mendengarkan keluh kesah warga. Kang Herdiat, sapaan akrabnya, mengenakan seragam BPBD ─seragam yang akhir-akhir ini lebih banyak digunakannya, seiring masa tanggap bencana wabah COVID-19.

    Kunjungan yang berlangsung dalam suasana cair dan akrab tersebut dilakukan Bupati untuk mengetahui kondisi sebenarnya masyarakat di lapangan. Tak lupa, ia juga menyerahkan bantuan beras dan masker bagi para pengemudi ojek pangkalan dan warga yang ditemui.


    Tanpa pengamanan ketat atau batasan protokoler, Bupati tak canggung berbaur dan mendengarkan ungkapan keluhan serta harapan warga. Kang Herdiat juga sempat ‘mencegat’ langsung warga yang ditemui di jalan.

    Bupati berharap, tanpa gembar-gembor, warga Ciamis yang dikaruniai Allah SWT kemampuan ekonomi lebih mapan, apalagi berlebih, untuk mulai berpikir menyisihkan rejekinya dan menolong masyarakat level bawah yang kondisinya amat terpukul sekarang ini.

    “Mari lebih peduli pada sesama, tumbuhkan empati dan simpati antar sesama,” ajaknya.

    Kontributor: @wartossunda
    Editor: @ciamis.info

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi