• FYI

    18 April 2021

    Bangkitkan Motivasi Santri, Sanlat di Panawangan Hadirkan Penulis Novel "Handaru"


    Pesantren kilat adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan pada setiap datangnya bulan suci Ramadan di hampir setiap daerah yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Selain merupakan agenda tahunan yang nyaris menjadi “tradisi Ramadan”, kegiatan ini merupakan ajang untuk menambah ilmu keagamaan, memupuk keimanan serta penanaman aqidah Islamiyah pada para pesertanya.

    Demikian halnya yang dilaksanakan oleh Pesantren Tahfidz Al-Quran Firdaus Panawangan, yang menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadan pada tanggal 15-30 April 2021. Panitia memasukkan materi aqidah/tauhid, akhlak, fiqih, sejarah kebudayaan Islam, hadist, tahsin, dan tahfidz sebagai program andalan. Tak hanya itu, peserta sanlat juga dibina dengan pembiasaan ibadah, mentoring, olahraga memanah serta program menarik, seperti pojok literasi, dalam agenda 15 hari tersebut.

    Para santri yang menginap dalam program takhasus akan mendapatkan fasilitas makan sahur dan berbuka, sehingga biaya pendaftarannya berbeda dengan yang tidak ikut menginap.

    Kegiatan Sanlat Ramadan ini dibuka pada hari Kamis (15/4/2021) dan pihak penyelenggara mengundang pemateri istimewa, seorang penulis dan ketua komunitas penulis di tingkat nasional, yang tenyata merupakan kelahiran Panawangan.

    Diantika IE, penulis yang baru saja merilis novel terbarunya yang berjudul “Handaru”, didatangkan dari Bandung oleh panita untuk memberikan motivasi bagi para peserta sanlat agar tetap bersemangat belajar. Terlebih, pandemi Covid-19 telah menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah, sehingga banyak anak-anak hingga remaja, yang masih dalam usia sekolah, terlena dengan kebiasaan belajar di rumah.

    Kegiatan belajar di rumah dinilai telah menimbulkan kondisi mental yang berbeda. Semangat belajar yang semula bergejolak menjadi surut karena adanya sistem yang memaksa penghentian kegiatan tatap muka antara guru dan murid, maupun antara murid dengan teman-temannya.

    Diantika IE, sehari-hari berprofesi sebagai seorang kepala sekolah dan guru, dan merupakan alumnus S2 UIN SGD Bandung, menyampaikan materi bertema “Menjadi Anak Muda Hebat”. Ia memotivasi para generasi penerus Panawangan untuk bangkit dan bersemangat membangun daerahnya

    “Mereka akan menjadi agen perubahan daerah untuk beberapa tahun ke depan,” ungkapnya pada CIAMIS.info.

    Pembahasannya berkisar tentang karakter manusia, dan ajakan pada peserta sanlat untuk menemukan dirinya termasuk ke dalam karakter apa, sehingga diharapkan akan tumbuh motivasi untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik.

    Setidaknya ada sekitar 70 orang santri yang mengikuti kegiatan ini, terdiri atas usia SD, SMP dan SMA. Panitia menyediakan hadiah berupa Al-Quran untuk santri yang memiliki antusias tinggi saat berkegiatan, dengan harapan para peserta lebih termotivasi dan suasana belajar semakin hidup.

    Sriniti, yang akrab disapa “Umi” oleh para santri, salah satu pengurus pesantren Tahfidz Al-Quran Firdaus, mengungkapkan bahwa pesantren kilat sebenarnya dianjurkan untuk diselengarakan di setiap daerah. Namun, ternyata ada juga santri dari daerah lain yang sengaja ikut serta dalam acara tersebut.

    “Memang ini agenda yang dianjurkan harus ada di setiap tempat. Hanya saja mungkin di daerah lain belum menyelenggarakan. Akhirnya ada beberapa santri yang datang bergabung ke sini,” ujarnya.

    Panitia mengundang para donatur yang ingin menyedekahkan hartanya, untuk ikut membantu pembangunan pesantren yang saat ini sedang terus berproses. Penyaluran infak dapat dilakukan langsung ke lokasi pesantren, yang beralamat di Jln. Raya Panawangan No. 74 Desa/Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, atau melalui rekening BRI (kode 002) nomor 4055.01.008516.53.3 atas nama Yayasan Firdaus.

    Sumber: @diantika.ie
    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi