• FYI

    11 Juni 2021

    Penemuan Bulus Raksasa Gegerkan Warga Dusun di Panumbangan


    Hujan yang turun membasahi bumi tak kuasa mengurungkan niat warga dusun yang mendadak geger dan penasaran, usai tersebar kabar telah ditemukannya seekor bulus berukuran besar dari Sungai Citanduy, Jumat sore (11/6/2021).

    Penemuan bulus sungai, atau dikenal juga sebagai labi-labi, berukuran raksasa tersebut terjadi di wilayah Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Sontak, kabar ini membuat warga berdatangan ingin melihat penampakannya dari dekat.

    Iman, warga setempat, menyampaikan kejadian tersebut kepada CIAMIS.info. Ia menyebut, penemuan bulus berukuran besar tersebut tak hanya mengejutkan dua orang penemunya, tetapi juga warga setempat. Mereka bahkan silih berganti ingin melihat hewan yang ukurannya membuat takjub tersebut. Kejadian ini, imbuh Iman, seingatnya belum pernah terjadi sebelumnya di dusun tersebut.

    “Awalnya, dua warga dusun, Mang Erih dan Mang Ebon, sedang berada di pinggir sungai, lagi main biasa aja, tiba-tiba melihat labi-labi besar naik ke darat,” ungkapnya.

    Kedua penemu bulus tersebut, imbuh Iman, bukan berprofesi sebagai penangkap ikan di sungai atau sedang memancing. Kedua warga yang bersahabat tersebut sedang main di pinggir Sungai Citanduy, karena memang jarang bertemu. Salah satu dari mereka kebetulan sedang pulang kampung, setelah mengembara dan bekerja di Sumatera.

    Labi-labi yang sebagian tubuhnya tampak luka-luka, diduga naik ke darat sehabis bertarung, dan kemudian diambil oleh kedua warga tersebut. Semula hewan sungai tersebut dibawa dengan diangkat menggunakan tangan, namun kemudian dipindahkan dengan menggunakan bantuan gerobak sorong.

    “Beratnya diduga sekitar 80 kilogram,” imbuh Iman, sambil menunjukkan foto labi-labi tersebut saat sedang dipindahkan dengan gerobak sorong.

    Penemuan bulus atau labi-labi raksasa di Dusun Panoongan tersebut ditanggapi beragam oleh warganet di laman medsos. Pendapat pertama menganggap penemuan tersebut merupakan tanda yang harus disyukuri karena menunjukkan kondisi sungai masih cukup baik sehingga memungkinkan bulus dapat hidup mencapai ukuran sebesar itu.

    Sementara warganet lain mengharapkan agar bulus tersebut dikembalikan ke alam bebas, dan kuatir hewan tersebut berakhir dijadikan bahan minyak bulus. Diketahui, bulus adalah kura-kura sungai yang sering dijadikan bahan pembuatan minyak yang diyakini sebagian masyarakat memiliki berbagai khasiat, dan permintaannya cukup besar.

    Kontributor: @_imanabd
    Editor: @ciamis.info

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi