Kondisi beberapa jalan nasional di wilayah Kabupaten Ciamis yang berlubang-lubang, menimbulkan keprihatinan dan desakan warga untuk segera mendapatkan perbaikan. Pasalnya, hal tersebut sangat membahayakan dan dapat menimbulkan kecelakaan pengguna jalan. Akibatnya bukan hanya menyebabkan kerugian material berupa kerusakan kendaraan, tetapi juga yang paling dikhawatirkan adalah keselamatan jiwa pengguna jalan.
Para pemotor menjadi pengguna jalan yang paling rawan mengalami kecelakaan. Selama beberapa waktu terakhir, terdapat laporan warga yang mengalami kecelakaan di jalur nasional, terutama di rute Ciamis-Tasikmalaya, dari mulai wilayah Sindangkasih sampai Cikoneng.
Beberapa malam berturut-turut, laporan yang diterima melalui media sosial CIAMIS.info menyampaikan hal yang serupa, yakni kecelakaan akibat lubang jalan. Korban pertama bernama Fikry yang melaporkan pada Sabtu (15/11/2025) pukul 1.54 WIB bahwa velg sepeda motornya bengkok dan retak akibat masuk ke dalam lubang di jalur Cikoneng.
Selanjutnya korban kedua, Gilang, menyampaikan pada Minggu (16/11/2025) bahwa velg sepeda motornya rusak, dan kakinya mengalami luka akibat tak sadar ‘menginjak’ lubang jalan.
“Kejadiannya pada malam Sabtu sekira pukul 11 malam, saya mau pulang ke Ciamis dari arah Tasik. Kondisi cuaca sedang hujan deras dan penglihatan terbatas. Saya menghindari lubang di pinggir jalan, jadi otomatis saya agak ke tengah, kecepatan 50-60 km/jam. Karena penglihatan terbatas, nggak tahu ada lubang di tengah, akhirnya keinjak dan velg motor saya pecah, nggak bisa diperbaiki,” tutur Gilang.
Gilang mengaku sebelumnya juga sebenarnya pernah kena lubang, tapi tak sampai terpental. Jumlah lubang di jalan menurutnya banyak sekali yang dalam dan membahayakan.
“Saya kasihan ke orang-orang yang lewat untuk bekerja, dan kita tidak tahu gaji atau pendapatan mereka berapa, lalu tiba-tiba harus ganti velg baru yang harganya lumayan,” imbuhnya.
Korban jalan berlubang lainnya, Abay, melaporkan pada Senin (17/11/2025) bahwa kendaraan yang digunakannya juga mengalami kerusakan akibat menginjak lubang di jalan Cisaga, jalur nasional Ciamis-Banjar. Kejadian tersebut bahkan menyebabkan crankcase sepeda motornya retak atau jebol.
“Ini sudah dari dulu kondisi jalan begini, sekarang makin parah,” keluh Abay pada CIAMIS.info. Ia berharap ada perbaikan segera, sebab jalan berlubang sangat membahayakan dan merugikan.
Beberapa unggahan warganet yang disebar ulang oleh CIAMIS.info mendapat respons dari banyak warganet, rata-rata menyatakan pernah mengalami hal serupa dengan akibat berbeda-beda. Beberapa mengaku bersyukur tidak sampai jatuh, sebagian lain menyebut velg sepeda motornya menjadi bengkok.
Biaya perbaikan velg bengkok menurut info yang didapatkan dari wargenet, berkisar dari mulai Rp70k sampai Rp500k, bahkan bisa lebih, tergantung tingkat kerusakan velg dan tarif yang ditetapkan bengkel penyedia jasa perbaikan. Korban yang mengalami velg rusak parah hingga tak dapat diperbaiki, terpaksa mau tak mau harus mengganti dengan velg pengganti atau baru.
Biaya ini menjadi pengeluaran tidak terduga yang menjadi beban tambahan pengguna jalan. “Saya korban lubang sepanjang jalan Ciamis-Tasik, dirugikan Rp500k buat velg. Ini karena lubangnya beranak pinak,” tutur Ivana salah seorang korban lainnya.
Kondisi jalan berlubang akan lebih berbahaya bagi pengguna sepeda motor melaju di malam hari, apalagi jika dalam keadaan hujan karena lubang cenderung tak terlihat. Pengemudi juga dapat mengalami kejadian yang lebih fatal, jika terjatuh dalam kecepatan lebih tinggi.
Meski berkendara ekstra hati-hati selalu dilakukan sesuai anjuran, para pengguna jalan tetap mendesak perlunya segera perbaikan jalan. Terlebih, di tengah kondisi cuaca musim hujan saat ini, keberadaan lubang yang cukup banyak tersebut bisa sangat membahayakan.
Kontributor: @fikryabdaziz_, @glngher, dll.
Editor: @ciamimanis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar