• Ads

    06 Januari 2026

    Gunakan Dana Swadaya Murni, Pesantren dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sindanghayu Banjarsari


    Kerusakan jalan menuju Pondok Pesantren Miftahul Inayah yang melintasi wilayah RT 17 dan RT 18 RW 05 Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, sudah cukup lama menjadi keprihatinan para santri ponpes tersebut maupun warga setempat.

    Pasalnya, jalan tersebut memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Namun, selama ini permukaan jalan sudah rusak parah dan tidak nyaman untuk dilalui. Terlebih lagi pada saat musim hujan, jalan menjadi becek dan licin, serta dianggap tidak layak dilewati sebagai prasarana transportasi warga.

    Sebelumnya jalan tersebut sudah pernah ditambal seadanya, tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah. Sementara itu, keterbatasan anggaran dari pihak terkait diduga menjadi penyebab belum adanya perbaikan, dan tidak ada kepastian kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

    Menjawab keadaan ini, berbagai unsur masyarakat akhirnya menggelar pembangunan secara swadaya murni. Baik dana, material, maupun tenaga yang dicurahkan pada kegiatan ini diperoleh sepenuhnya dari masyarakat.

    Perbaikan jalan dengan cara rereongan dan gotong-royong tersebut diinisiasi oleh K.H. Yayan Ahmad Jalaluddin, S.Ag., pimpinan Ponpes Miftahul Inayah yang juga merupakan tokoh msasyarakat Banjarsari. Insisiatif tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai elemen, di antaranya HAMIFI (Himpunan Alumni Miftahul Inayah), IQOMAH (Ikatan Qomunitas Jamaah Hikam), Garda, Keakhwatan, simpatisan pesantren, dan masyarakat setempat.


    Gayung bersambut, ajakan untuk memperbaiki jalan yang statusnya berada di bawah kewenangan UDKP BBWS Citanduy tersebut mendapat sambutan positif dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp159.999.999.

    Selanjutnya pengerjaan fisik berupa pembangunan rabat beton sepanjang lebih kurang 300 meter dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 3-4 Januari 2026, dengan melibatkan semua unsur partisipan.

    Bagi K.H. Yayan Ahmad Jalaluddin, S.Ag., inisiator kegiatan, pelaksanaan pembangunan ini merupakan bukti bahwa warga dapat melaksanakan pembangunan dengan kekuatan kebersamaan, tanpa harus terus bergantung atau hanya menunggu pemerintah.

    “Kalau kita hanya menunggu pemerintah, entah kapan jalan ini diperbaiki. Sementara jalan ini sangat vital bagi aktivitas santri, masyarakat, dan jamaah,” ujarnya.

    Pihaknya berharap kegiatan pembangunan rabat beton jalan penghubung tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain yang juga sedang menghadapi permasalahan yang sama, khususnya infrastruktur jalan lingkungan yang rusak.

    Source: Sulhan Fathoni Al-Qossam
    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi