Salah satu pepatah Sunda yang berbunyi “lamun keyeng tangtu pareng”, memiliki makna bahwa jika seseorang bertekad dan memperjuangkan sesuatu dengan sangat sungguh-sungguh (keyeng), maka ia pasti akan berhasil meraih cita-citanya tersebut atau terlaksana (pareng).
Pepatah tersebut tampaknya paling tepat menggambarkan pencapaian Febri Alhamdani (25), pemuda asal Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang baru saja menginjakkan kakinya di Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia, Jumat (20/3/2026). Ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia dapat mencapai titik finish atas perjalanan panjangnya.
Kebahagiaan Febri tak hanya disebabkan ia tiba pada saat umat Islam sedang merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1447 H. Namun, juga karena kehadirannya di kota suci tersebut diperolehnya dengan penuh perjuangan, yakni perjalanan bersepeda selama lebih kurang 7 bulan dari Indonesia ke Saudi Arabia.
Ia mulai menempuh perjalanan dari Pamarican, Ciamis, sejak 15 September 2025, dan telah melintasi wilayah 11 negara dengan jarak tempuh lebih kurang 27.000 kilometer, menggunakan sepeda yang disiapkan khusus untuk perjalanan bikepacking tersebut.
Tak cukup dengan hanya berbekal niat kuat, apalagi sekadar nekat, Febri merancang perjalanannya dari jauh-jauh hari, bahkan sejak setahun sebelum petualangan dimulai. Persiapan yang sangat serius itu dilakukannya dengan memperhatikan banyak hal secara teliti, dan mengantisipasi berbagai hal yang akan muncul di perjalanan.
“Persiapan saya sekitar satu tahun, mengumpulkan barang-barang dan menyiapkan rute yang bakal dilewati,” tuturnya pada CIAMIS.info, Senin (23/3/2026).
Selain menyiapkan kelengkapan dokumen untuk ‘mengamankan’ perjalanan, alumnus SMK Negeri 2 Banjar tersebut juga membawa peralatan penunjang hidup di alam bebas, maupun bekal uang untuk kebutuhan praktis di perjalanan. Dikatakannya, semua biaya perjalanan berasal dari kantongnya pribadi dan tidak melibatkan sponsorship.
Febri memberi perhatian khusus untuk dokumentasi perjalanannya dengan menggunakan perangkat yang handal dan sesuai kebutuhan. Dinamika yang dialami di sepanjang ‘gowes to Makkah’ tersebut dipublikasikan melalui media sosial pribadinya. Tak hanya menunjukkan berbagai foto saat berada di spot-spot istimewa di berbagai negara, banyak video menarik juga ditampilkannya, menggambarkan kondisi wilayah pada jalur yang dilewatinya.
Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama berbulan-bulan di perjalanan. “Saya dapat mengenal orang-orang baru di tiap negara, melihat budaya tiap daerah, tambahan banyak ilmu, dan banyak lagi,” ungkapnya.
Meski berharap dapat melanjutkan perjalanan ke Pakistan dan menuju Taiwan, Febri menyadari kondisi di Timur Tengah sangat tidak baik-baik saja, terutama karena terjadinya penutupan Selat Hormuz dan perang AS-Israel dengan Iran yang masih bergejolak. Karenanya, kemungkinan terbesar dirinya memilih pulang terlebih dahulu ke tanah air pada awal April mendatang.
Editor: @ciamisnulis


Medsos