Misteri berkurangnya bungkusan daging sapi yang dibeli pelanggan sebuah kios di Blok C Pasar Manis Ciamis, akhirnya menemui titik terang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi (7/3/2026) sekitar pukul 8.35 WIB, pada saat suasana kios sedang cukup ramai oleh pembeli.
Pemilik kios menyadari hilangnya daging sapi tersebut, saat menghitung total pesanan dari salah seorang pelanggan yang kerap membeli daging sapi dalam jumlah cukup besar. Saat pesanan daging akan diserahkan kepada pembeli, ternyata jumlahnya tidak sesuai atau timbangannya kurang dari jumlah yang dipesan. Padahal, pemilik kios yakin bahwa daging sapi yang dipesan itu sudah disiapkan sesuai jumlah berat yang diminta.
Penelusuran rekaman CCTV kios akhirnya menunjukkan bahwa daging yang berada dalam plastik kresek hitam ternyata diambil oleh seorang pengunjung lain, bukan pemesan sebenarnya. Pengunjung yang ‘lupa membayar’ itu kemudian pergi begitu saja, setelah mengambil bungkusan daging.
Pengunjung tersebut, seorang ibu berkerudung warna gelap, yang tampaknya sudah berusia paruh baya atau lebih, sempat mengamati terlebih dulu isi kantong plastik (kresek) hitam di depannya. Ia sempat pula meninggalkan bungkusan daging sapi yang bukan barang pesanan atau belanjaan miliknya tersebut, tetapi tak lama kemudian datang lagi. Selanjutnya, ia mengambil bungkusan daging sapi itu dan pergi dari lokasi kios. Saat itu, pengelola kios sedang cukup sibuk, dan terdapat beberapa pembeli lain yang berjejer di depan meja kiosnya.
“Ketahuannya saat daging mau diberikan ibu saya ke pelanggan, ternyata beratnya kurang. Setelah dicek CCTV, ternyata diambil orang,” tutur Sarah, putri pengelola kios, menuturkan kejadian yang dialami ibunya kepada CIAMIS.info.
Ditambahkan Sarah, daging yang hilang itu masih dalam proses penimbangan. Pembeli yang memesannya sudah biasa membeli dalam jumlah cukup banyak, dan biasanya minta dipisah-pisah dalam beberapa plastik kresek kecil.
“Saat kejadian, ibu saya sedang mengambil sisa pesanannya. Jadi waktu lengah, daging itu diambil orang,” imbuh Sarah.
Sarah menuturkan, kejadian daging hilang bukan yang pertama kali terjadi di kios ibunya, tetapi ia tidak memastikan siapa pelakunya. Ia berharap ada efek jera bagi pelaku pengambilan barang jualan yang bukan hak miliknya. Selain itu, dirinya meminta para pemilik atau pengelola jongko atau kios di pasar untuk lebih waspada, sebab bukan sekali dua kali hal seperti ini terjadi.
“Dulu juga pernah terjadi, tapi saya tidak tahu apakah pelakunya sama. Bukan sekali dua kali terjadi, biarpun baru sekarang di tempat ibu saya terekam CCTV,” ujarnya.
Akibat kejadian ‘lupa bayar’ ini, daging seberat 1,5 kilogram seharga Rp215 ribu lenyap, dan menjadi kerugian yang cukup lumayan bagi kios yang dikelola oleh ibunya.
Source: @sarahkartikaa
Editor: @ciamisnulis

Medsos