Universitas BTH (Bakti Tunas Husada) Tasikmalaya menunjukkan komitmen kuat untuk terus mewujudkan transformasi dan langkah strategis sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan generasi muda Indonesia, di tengah-tengah perubahan dunia kerja tanah air, perkembangan teknologi global, dan kebutuhan terhadap human resources yang semakin dinamis.
Pesan kuat tersebut tercermin dalam acara Media Gathering yang diselenggarakan Universitas BTH pada Senin (11/5/2026) pagi, bertempat di Smart Classroom Universitas BTH, Jl. Letjen Mashudi No. 20, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Public Expose tersebut diikuti oleh kalangan media, konten kreator dan pemengaruh dari berbagai wilayah, khususnya Priangan Timur dan sekitarnya.
Pihak Universitas BTH mengungkap pencapaian terbesar perguruan tinggi tersebut pada tahun ini, yakni keberhasilan 3 program studi sekaligus dalam meraih Akreditasi Unggul, yaitu untuk Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Program Studi S1 Farmasi, dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.
Pencapaian predikat unggul ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, tata kelola institusi, dosen, kurikulum, fasilitas pembelajaran, hingga kesiapan alumni Universitas BTH untuk menghadapi dunia kerja serta kebutuhan industri kesehatan di masa depan.
Ditegaskan pula, proses peningkatan mutu akademik Universitas BTH akan terus dilaksanakan, dan beberapa program studi sedang dipersiapkan untuk meraih Akreditasi Unggul pada akhir tahun 2026, dan tahun berikutnya. Hal ini merupakan bagian dari roadmap peningkatan kualitas universitas secara berkelanjutan.
Selain pencapaian Akreditasi Unggul yang membanggakan, kabar menggembirakan lainnya adalah telah diperolehnya izin operasional Universitas BTH untuk membuka dua prodi baru yang sangat strategis dan prospektif, yakni Program Studi S1 Gizi dan Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika.
Program Studi S1 Gizi Universitas BTH menjadi prodi gizi pionir yang hadir di kawasan Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Kehadiran prodi ini diharapkan akan menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang gizi dan kesehatan masyarakat yang terus meningkat, terutama dalam menghadapi tantangan stunting, kesehatan preventif, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika juga mendapat atensi di tingkat nasional, karena menjadi yang pertama dan satu-satunya yang diselenggarakan oleh PTS. Diketahui, sejauh ini baru beberapa PTN yang memiliki prodi tersebut.
Universitas BTH menyebut kehadiran prodi ini adalah jawaban atas pertumbuhan industri kosmetik, skincare, beauty technology, wellness, dan industri kreatif berbasis sains yang berkembang sangat pesat. Melalui program ini, mahasiswa Universitas BTH tidak hanya akan mempelajari aspek sains kosmetika, tetapi juga inovasi produk, teknologi formulasi, riset bahan alami, branding, bisnis kosmetik, hingga peluang entrepreneurship di industri kecantikan masa depan yang saat ini sangat diminati generasi muda.
Selain membuka prodi baru, Universitas BTH juga sedang menyiapkan inovasi sistem pendidikan yang lebih cepat, fleksibel, dan adaptif. Salah satunya, Program Fast Track yang memungkinkan mahasiswa berpotensi akademik unggul sejak awal kuliah untuk memperoleh jalur percepatan, yakni dari S1 menuju S2 Farmasi, atau dari S1 menuju Pendidikan Profesi Apoteker. Skema ini dirancang agar mahasiswa berprestasi dapat menyelesaikan pendidikan lebih efektif dan memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja maupun dunia profesional kesehatan.
Selain Fast Track, Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit juga akan segera membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi lulusan D3 Rekam Medik dan Informatika Kesehatan. Melalui RPL ini, para tenaga kesehatan dan lulusan diploma dapat melanjutkan pendidikan sarjana dengan sistem pengakuan pengalaman dan capaian pembelajaran sebelumnya, sehingga proses studi menjadi lebih relevan, efisien, dan sesuai kebutuhan karier profesional.
Yayasan BTH menunjukkan dukungan bagi tersedianya akses pendidikan berkualitas dengan menyediakan program Beasiswa BTH Unggul bagi 80 calon mahasiswa berprestasi. Para penerima tersebut terdiri atas 50 orang calon mahasiswa dari wilayah Priangan Timur untuk seluruh prodi di Fakultas Teknologi Bisnis, dan 30 orang dari wilayah 3T Indonesia (terdepan, terluar, tertinggal) untuk seluruh program studi D3 dan S1 di Universitas BTH.
Ketersediaan beasiswa ini diharapkan dapat mendukung pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda potensial dari berbagai daerah agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan berprestasi.
Masih terkait beasiswa, terdapat pula kuota 5 beasiswa gratis untuk Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika. Beasiswa ini dapat diperoleh dengan tidak bergantung pada KIP, sehingga dapat menjadi peluang lebih luas bagi calon mahasiswa.
Pendidikan berkualitas untuk mahasiswa tidak hanya diperoleh di dalam kampus. Sebanyak 7 orang mahasiswa Universitas BTH telah dikirim ke universitas di Malaysia untuk mengikuti suasana dan pengalaman akademik selama 1 bulan.
Sebaliknya, melalui Program Mahasiswa Asing, Universitas BTH juga memperkuat langkah internasionalisasi kampus. Saat ini terdapat 1 orang mahasiswa internasional asal Thailand yang sedang mengikuti Program Studi S1 Sistem Informasi, dan 2 orang asal Nigeria pada Program Studi S1 Farmasi.
Kehadiran ketiga mahasiswa asing tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan Universitas BTH, sekaligus menjadi langkah awal menuju kampus yang lebih global, multikultural, dan kompetitif.
Rektor Universitas BTH, Prof. Dr. Ruswanto, M.Si., menyebut seluruh langkah strategis Universitas BTH merupakan bagian dari transformasi besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang benar-benar relevan dengan masa depan generasi muda.
"Kami percaya bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang adaptif, unggul, inovatif, dan siap menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.
Dikatakannya, kampus yang dipimpinnya akan terus bergerak cepat agar para mahasiswa mendapat pendidikan berkualitas terbaik, dan peluang yang lebih luas di masa depan.
Senada dengan rektor, Ketua Ketua Pembina Yayasan BTH, H. Yoris Rusamsi Ruswadi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa yayasan akan terus berinvestasi pada kualitas, inovasi, dan keberanian membuka bidang-bidang baru yang prospektif di dunia pendidikan tinggi.
Pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan Universitas BTH menjadi kampus yang tak hanya berkembang sebagai institusi dengan tata kelola yang baik atau good university governance, tatapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masa depan bangsa.
“Kami juga berkomitmen untuk terus menyediakan berbagai beasiswa untuk meningkatkan akses pendidikan generasi muda Indonesia yang unggul, serta relevan dengan perkembangan dunia usaha, industri dan dunia kerja," imbuhnya.
Melalui public expose yang diselenggarakan dalam suasana hangat dan bersahabat ini, pihak Universitas BTH kembali menunjukkan pencapaian dan tekad kuat untuk mempertegas posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang progresif, visioner, dan siap menjadi bagian penting dalam mencetak generasi masa depan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan mahasiswa baru Universitas BTH dapat diakses melalui laman ini.
Tim reporter: Rista, Tuti
Editor: @ciamisnulis .



Medsos