• Ads

    14 Juli 2026

    Keren Pisan! Bawakan Kostum Bertema ‘Bénjang’, Model Remaja Asal Ciamis Ini Turut Meriahkan Festival Asia Afrika 2026 di Kota Bandung


    Seni budaya Sunda berada di barisan utama dalam perhelatan besar Festival Asia Afrika 2026 yang digelar pada Sabtu (11/7/2026) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tak hanya menampilkan budaya lokal dan nasional, festival tahunan ini juga mendatangkan berbagai pertunjukan budaya dari negara-negara di Asia-Afrika yang ikut ambil bagian.

    Sesuai namanya, kegiatan ini diinspirasi oleh semangat peristiwa bersejarah Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung pada tahun 1955. Festival budaya ini merayakan harmoni keberagaman sebagai modal keberlanjutan peradaban di masa depan.

    Ibrahim Al-Azzam (12)–akrab disapa Baim, remaja belia dari Tatar Galuh Ciamis, turut larut dalam festival ini, dan ikut menyemarakkan suasana dengan penuh semangat. Tak sendiri, dari Kabupaten Ciamis ada pula Alya Qonita, Adreena Mutia, dan Dede Ilyas Juliansyah yang turut bersamanya. Semua talenta belia ini berada di bawah naungan Yayasan Kebudayaan Anak dan Remaja Indonesia.


    Baim, penyandang gelar Putera Kebudayaan Anak Indonesia 2026, tampil maksimal membawakan busana bertema ‘Bénjang’, yakni seni bela diri dan pertunjukan yang merupakan salah satu ikon budaya Sunda, sekaligus identitas khas dari Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat.

    “Pada awalnya Baim mau pakai kostum sendiri, yang bertema ‘Ciung Wanara’, tapi ternyata dirasa kurang kurang greget,” ungkap Lusi, ibunda dan sekaligus manajer Baim, tentang pakaian yang dikenakan putranya.

    Menurutnya, kostum bertema ‘Bénjang’ dipilih karena dapat menjadi representasi ikon seni dan budaya khas Jabar, yang memadukan bela diri, seni tari, musik tradisional, serta nilai sportivitas dan kebersamaan. Kesenian ini menjadi kebanggaan masyarakat Sunda yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi hingga kini. Karenanya, kostum bertema ‘Bénjang’ dianggap cocok dengan Baim yang juga pemegang gelar Jajaka Alit Jawa Barat 2025.

    Lusi, mengungkapkan rasa syukurnya, karena proses persiapan hingga tampilnya sang buah hati dapat berjalan lancar.

    “Pengalaman yang paling berkesan kali ini adalah bisa tetap tampil maksimal di tengah kesibukan Baim mempersiapkan sekolah baru. Meski harus membagi waktu antara event dan berbagai persiapan sekolah, Baim tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Rasanya bangga dan bahagia karena semua usaha tersebut terbayar dengan pengalaman yang luar biasa,” tutur Lusi kepada CIAMIS.info, Selasa (14/7/2026).


    Diakui Lusi, tampilnya Baim juga tak lepas dari dukungan serta pendampingan penuh dari Hilman Pirmansyah, Ketua Yayasan Bandung Culture. Yayasan tersebut selama ini dikenal aktif melestarikan dan mempromosikan seni Sunda, bergiat dalam pemajuan dan pengembangan kebudayaan Jawa Barat, serta terlibat dalam berbagai event, di antaranya karnaval berskala besar seperti Festival Asia Afrika di Bandung ini.

    “Kami berterima kasih kepada Bandung Culture atas kostumnya, dan Rendi Fahmi atas make up-nya, dan sekaligus membantu dari awal sampai akhir acara,” imbuh Lusi.

    Selepas event ini, Baim kembali ke bangku sekolah, menjadi siswa baru di Kelas 7D SMP Negeri 4 Ciamis. Kepergian Baim ke acara Festival Asia Afrika 2026 di Bandung, menurut Lusi juga telah mendapatkan atensi dari pihak sekolah, terutama wali kelas Baim, Bapak Hendriana, S.Pd.

    “Terima kasih atas doa dan dukungan dari semua pihak yang selalu menyemangati Baim,” pungkas Lusi.

    Source: @ibrahim_al.azzam
    Foto: @edwardwibowo
    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi