• Ads

    08 Agustus 2026

    Sudah Menghilang Seminggu, Ago Masih Terus Dicari dan Dirindukan Pemiliknya


    Keberadaan hewan peliharaan bagi sang pemilik kerap kali sudah seperti anggota keluarga sendiri. Kedekatan yang terjalin hari demi hari sudah mengubah batas status ternak-pemilik menjadi lebih akrab dan hangat. Kemanjaan dan kelucuan hewan peliharaan itu akhirnya melahirkan kedekatan emosional (pet attachment) yang membawa kebahagiaan.

    Karenanya, hilangnya Ago, seekor ayam pelung (Gallus gallus domesticus) bertubuh besar dan gagah, menimbulkan kesedihan dan rasa kehilangan yang membekas berhari-hari. Pejantan yang termasuk salah satu jenis ayam dalam khazanah plasma nutfah asli Indonesia tersebut diduga hilang pada hari Sabtu (1/8/2026) sore di halaman rumah pemiliknya di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

    Ago punya tubuh tergolong bongsor, tinggi besar, berwarna bulu kuning tua kecokelatan, ekor putih-abu, dan punya ciri khas salah satu jenggernya patah, sehingga ujungnya rata, tidak lancip. Perangai Ago baik dan jinak pada siapapun, dan tampaknya sifat yang gampang bergaul dengan manusia tersebut telah memudahkan seseorang membawanya pergi. Setidaknya, itulah dugaan peristiwa yang telah terjadi.

    “Ago hilang di halaman rumah, sedang diumbar (dibiarkan bebas),” ujar Inoy, sang pemilik yang masih terus merasakan duka dan kehilangan atas ayam kesayangan keluarga tersebut.


    Ia mengaku tidak tahu persis berapa usia Ago, karena mulai memeliharanya dalam kondisi sudah beranjak dewasa. Dikatakan Inoy, ayam pelung gagah tersebut biasanya tak pernah jauh dari rumah, sebab sudah punya betina pasangan di rumah.

    “Dia tidak pernah jauh dari sekitar rumah, dan betul-betul jadi kesayangan karena dimanja juga. Kalau pintu rumah yang depan terbuka sedikit saja, biasanya dia masuk ke dalam rumah mendekati saya, mendekam di kursi, bunyi-bunyi manggil pasangannya,” imbuh Inoy, masih terus terkenang-kenang dengan ayam kesayangannya.

    Sayangnya, menurut sang pemilik, pada saat Ago menghilang tak ada saksi sama sekali yang melihat. Sore hari tersebut, tak ada anak-anak bermain, maupun ibu-ibu tetangga yang bercengkrama di depan rumah.

    “Saya masih teringat terus Ago, karena sudah dekat sekali. Sering dipegang, dielus di pangkuan. Rasanya sakit hati sekali saat tahu dia tidak ada,” keluh Inoy.

    Ia berharap bantuan warga Ciamis atau di manapun, sekira memiliki info tentang keberadaan Ago untuk menghubunginya melalui WA 0838-2057-1052. Ayam pelung tersebut bukan sekadar hewan ternak biasa, tetapi sudah punya arti tersendiri dan menjadi ‘bagian keluarga’-nya.

    Update: Pemilik Ago mengabarkan pada Senin (10/8/2026) bahwa Ago telah ditemukan dalam keadaan meninggal di area sekitar rumahnya, dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh. Selanjutnya, hewan kesayangan tersebut telah dikuburkan. Pemilik mengucapkan terima kasih atas bantuan upaya pencarian dan dukungan warga.


    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi