• Ads

    05 Agustus 2026

    Dukung Pelestarian Warisan Budaya, KMC Galuh Taruna Bandung Lakukan Penamaan dan Pemeliharaan Situs Keramat di Desa Utama Cijeungjing


    Pelestarian warisan budaya leluhur mendapat perhatian khusus dari Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) Galuh Taruna Bandung, dengan merealisasikan Program Penamaan dan Pemeliharaan Situs Keramat, berupa kegiatan pembersihan area situs budaya, penataan lingkungan, dan pemasangan papan nama serta penunjuk lokasi.

    Kegiatan yang digelar KMC Galuh Taruna Bandung sebagai bagian dari Bakti Sosial Kemasyarakatan (BSK) 2026 ini berlangsung pada hari Selasa (4/8/2026), berlokasi di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

    Keseluruhan rangkaian kegiatan dilaksanakan bersama dengan Jupel (Juru Pelihara) dan warga, serta tetap menjaga keaslian dan nilai historis situs-situs warisan budaya yang sekaligus menjadi identitas masyarakat setempat tersebut. Terdapat 4 situs keramat yang menjadi lokasi kegiatan, yakni Makam Gunung Jati, Makam Tenjolaut, Makam Tugaran, dan Makam Ciawitali.

    Ketua Umum KMC Galuh Taruna Bandung, Banni Anggarisy–akrab disapa Obet, menyebut kegiatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan dapat mempermudah pengunjung dalam mengenali keberadaan situs budaya, sekaligus memperkuat upaya pelestariannya.


    “Ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warisan budaya Galuh yang jadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Ciamis. Tidak ada Ciamis hari ini tanpa adanya Ciamis di masa lalu,” ujarnya. Diungkapkan Obet, KMC Galuh Taruna Bandung berupaya mengindahkan julukan Ciamis sebagai “Kota Seribu Situs”. Langkah ini bukan untuk berkutat dengan romantika masa lalu, melainkan hendak memelihara dan melestarikan keagungan nilai-nilai Galuh.

    Ngariksa (menjaga) dan ngamumulé (melestarikan) nilai leluhur akan mengantarkan kita menjadi manusia yang terus berupaya, bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, melainkan agar lebih baik dari kemarin," imbuh Obet.

    Ditambahkannya, kegiatan kali ini belum dapat mencakup keseluruhan situs yang ada di Desa Utama, karena keterbatasan anggaran dan logistik. Masih terdapat 9 warisan budaya lainnya yang masih memerlukan penamaan dan pemasangan petunjuk arah, sebagai upaya pelestarian warisan budaya di tingkat desa.

    “Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini secara bertahap, melalui kolaborasi dengan masyarakat yang masih peduli terhadap warisan leluhur Tatar Galuh Ciamis,” ujar Obet.


    Giat KMC Galuh Taruna Bandung mendapat apresiasi positif dari pihak pemangku kewilayahan setempat. Aep Jam’an Sholih, Kepala Desa Utama, menilai KMC Galuh Taruna Bandung telah memberi kontribusi nyata terhadap pelestarian sejarah dan nilai budaya di desanya.

    “Adanya papan nama dan informasi situs ini akan memudahkan warga mengenali lagi sejarah desanya, sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya yang mereka miliki,” tuturnya.

    Senada dengan Kepala Desa Utama, Obet menegaskan bahwa giat KMC Galuh Taruna Bandung bukan hanya program pengabdian mahasiswa semata, tetapi lebih dari itu diharapkan dapat menjadi upaya kolektif untuk ikut menjaga, melestarikan, dan mengenalkan kembali jejak peradaban Tatar Galuh kepada masyarakat, khususnya kaum muda.

    “Harapan kita, jejak-jejak peradaban Tatar Galuh selalu terjaga kelestariannya, tetap dikenali, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

    Source: @kmcgaluhtaruna
    Editor: @ciamisnulis

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi