• Cekidot

    Ketika Menir Juru Potret Jaman Baheula Ikut Mejeng Di Jembatan Cirahong

    Seorang fotografer jaman baheula (lampau) pun kadang memerlukan hadir di dalam karya foto yang diabadikannya. Sesekali ia menyempatkan diri tampil dalam hasil karyanya, meski mungkin bukan dalam rangka aksi narsis atau selfie yang merajalela seperti sekarang. Karya fotografi yang dibuatnya tentu akan lebih diakui kesahihannya jika dilampiri bukti keberadaan dirinya dalam album yang dihasilkan.

    Adalah Menir GFJ, atau Georg Friedrich Johannes, yang berjasa meninggalkan koleksi foto berbagai peristiwa dan wilayah di Indonesia. Karya-karyanya menjadi warisan sejarah yang sangat berharga untuk meneliti keadaan negeri ini di jaman dulu. Banyak foto di antaranya menunjukkan kondisi Tatar Priangan tempo doeloe yang jauh berbeda dengan masa kini.

    Judul asli foto: tersebut adalah: GFJ Bley op de onderliggende van een verkeersbrug op het spoorbrug traject Tasikmalaja – Bandjar.

    Sebuah foto lawas tampak menunjukkan Sang Juru Potret, Menir GFJ, ikut berpose di mulut Jembatan Cirahong yang terletak di Manonjaya, perbatasan antara Ciamis dan Tasikmalaya. Foto yang diduga berasal dari kurun waktu antara tahun 1925 hingga 1933 tersebut cukup jelas menunjukkan kekokohan konstruksi jembatan besi yang dibangun di masa lalu dan tetap bertahan serta digunakan hingga saat ini.

    Pose sang fotografer tersebut sudah ditiru dan diikuti oleh begitu banyak manusia yang hidup jauh sesudah masanya. Mereka, baik tua ataupun muda, laki-laki maupun perempuan, bergaya di atas jembatan yang memiliki nilai historis tinggi tersebut. Jembatan Cirahong menjadi monumen sejarah, saksi bisu puluhan tahun kehidupan manusia yang berada di sekitarnya.

    Meski jutaan lembar foto Jembatan Cirahong di masa kini mungkin sudah dicetak, tidak ada keraguan bahwa foto pose Georg Friedrich Johannes di jembatan Cirahong, yang berasal dari jaman baheula, menjadi bukti dan catatan sejarah yang mengesankan serta bernilai tinggi.

    (by Ciamis.info mengambil referensi dari: nextplanner/pic credits: Tropenmuseum )

    No comments:

    Sejarah

    Inspirasi

    Fiksi