• FYI

    11 April 2020

    Dahsyatnya Longsor di Citapen Landeuh Rajadesa, Aliran Sungai Cijolang Sampai Tertutup!


    Masyarakat di kawasan perbatasan antar kabupaten Ciamis-Kuningan dikejutkan oleh terjadinya bencana tanah longsor di salah satu area kebun warga yang terletak di Dusun Citapen Landeuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis.

    Dahsyatnya longsor yang meliputi area seluas beberapa hektar tersebut menyebabkan material tanah benar-benar menutup jalur aliran Sungai Cijolang. Sungai ini merupakan batas alami antara wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan.

    Akibat banyaknya material tanah yang bergerak turun ke bawah dan menimbun jalur sungai, aliran air yang tertutup akhirnya meluap dan ‘mencari jalan sendiri’ untuk menuju permukaan yang lebih rendah. Kawasan yang langsung terdampak adalah area pemukiman penduduk terdekat dengan sungai yang termasuk ke dalam wilayah Dusun Walahar, Desa Ciberung, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan.

    Septian, warga Citapen Landeuh, kepada CIAMIS.info menyebutkan, longsor terjadi pada Kamis malam (9/4/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, di saat hujan turun mengguyur kawasan Citapen Landeuh dan sekitarnya.

    "Suara longsornya bergemuruh cukup keras," tuturnya.

    Sebelumnya, warga sebenarnya sudah menengarai adanya retakan di lokasi longsor. Kejadian ini diduga disebabkan oleh jenis tanah di tempat tersebut tergolong rawan dan tak mampu bertahan saat diguyur oleh hujan yang berlangsung terus menerus beberapa waktu terakhir.


    Berdasarkan kiriman foto-foto yang disampaikan warganet lainnya kepada CIAMIS.info, air sungai mengalir hingga ke halaman rumah warga Dusun Walahar, Ciberung, Selajambe, Kuningan.

    Secara topografis, Dusun Walahar berada cukup dekat dan dalam kondisi relatif landai dari lokasi sungai, sehingga langsung terdampak oleh tertutupnya aliran Sungai Cijolang, sedangkan sisi seberang yang berada di wilayah Rajadesa Ciamis merupakan bukit dengan kemiringan cukup terjal.

    Tidak dilaporkan adanya korban jiwa ke dalam kejadian ini, tetapi terdapat taksiran kerugian material puluhan juta di wilayah yang terdampak, terutama di sisi Kuningan. Warga Citapen Landeuh sendiri sempat melakukan evakuasi terhadap sapi yang kandangnya ikut terseret oleh bencana longsor. Beruntung, sapi dilaporkan dalam keadaan selamat.

    Lokasi kejadian menjadi perhatian warga Desa Sukajaya dan sekitarnya yang mendatangi dan membagikan liputan kondisi terkini melalui berbagai postingan di media sosial.

    Warga sekitar lokasi menyampaikan, sudah ada peninjauan dari pihak-pihak terkait dalam penananganan bencana, baik dari pemerintah setempat maupun BPBD, tetapi hingga siang hari belum ada alat-alat berat yang datang untuk proses normalisasi aliran sungai. Warga Walahar terlihat mulai melakukan normalisasi aliran sungai secara manual.

    Penduduk mulai mendengar suara mesin alat berat pada selepas maghrib, tetapi belum dapat dipastikan apakah normalisasi sudah langsung dikerjakan.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi