• FYI

    24 April 2021

    Nikmati Tilawah Berdurasi Panjang, Indahnya Tarawih di Masjid Al-Ihsan Kujang


    Salat tarawih merupakan salah satu amalan utama yang dikerjakan oleh umat Islam selama bulan suci Ramadan. Umumnya, masyarakat mengerjakan salat tersebut secara berjamaah di masjid, sembari mendirikan syiar Islam dan menyemarakkan malam-malam bulan suci ini.

    Pelaksanaan salat tarawih juga dapat ditemui di Masjid Al-Ihsan yang berada di Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Namun, istimewanya, jumlah ayat Al-Quran yang dibaca imam selama memimpin salat tarawih di sini berbeda dengan di masjid-masjid lain pada umumnya.

    Salat tarawih di Masjid Al-Ihsan memiliki target pembacaan Al-Quran satu juz pada setiap malamnya. Jika selama sebulan penuh ikut melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid ini, maka para jamaah akan mengikuti alunan tilawah dari imam sampai tercapai 30 juz, atau khatam Al-Quran. Target tersebut bahkan bisa terlewati, atau bacaan imam melebihi dari 30 juz. Dapat dimaklumi, sebab masjid ini berada di Kompleks Pondok Pesantren Persis 109 Kujang, yang memiliki program unggulan Tahfizh Quran.

    Pelaksanaan salat dengan durasi bacaan panjang tersebut mengingatkan pada suasana salat tarawih di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukaramah. Tak heran, hal ini menjadi momen yang sangat istimewa dan disambut antusias oleh warga maupun santri, meskipun mungkin akan terasa cukup berat bagi orang yang belum terbiasa mengikutinya.

    “Masya Allah ... luar biasanya,” tutur Nurlaila, salah seorang warga kepada CIAMIS.info.

    Salat tarawih di Masjid Al-Ihsan Kujang dimulai pada sekira pukul 20.30 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB, atau lebih kurang satu setengah jam lamanya. Salat tarawih ini dilaksanakan sebanyak 11 rakaat, dengan pembagian tiga kali salam, yakni dua kali salam setelah empat rakaat salat, dan satu kali salam setelah witir.

    Bacaan Al-Quran sebanyak satu juz setiap kali tarawih dibagi dalam 8 rakaat, atau setiap rakaatnya imam akan membaca ayat-ayat suci sepanjang satu lembar mushaf Al-Quran, dengan durasi sekitar 5-6 menit. Setelah salat tarawih empat rakaat, jamaah diajak untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ke empat rakaat berikutnya. Sedangkan pada salat witir, imam biasanya membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

    Imam yang memimpin salat tarawih merupakan para asatidz pengasuh Pondok Pesantren Persis 109 Kujang, Cikoneng, Ciamis. Para santri yang sudah hafizh Al-Quran pun dilibatkan. Namun, yang paling sering memimpin adalah Ustadz Isa Anshari S.Q., S.Ag., selaku Imam Utama.

    Meski tergolong lama waktu salatnya, masyarakat dan santri tetap bersemangat mengikuti salat tarawih di masjid ini. Terlihat dari jumlah jamaah masjid yang datang pada setiap malamnya. Demikian pula terlihat pada bulan Ramadan 1442 H ini, saat pelaksanaan ibadah di bulan suci masih dibayang-bayangi oleh merebaknya pandemi.

    Bagaimanapun, keberkahan bulan suci Ramadan dan keistimewaan Al-Quran menjadi motivasi tersendiri untuk mengikuti tarawih di Mesjid Al-Ihsan Kujang ini.

    Kontributor: @rumah_jahit_katumbiri
    Editor: @ciamisnulis

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi