• Cekidot

    08 Juni 2018

    Nyapu dan Nyekar: Tradisi Urang Lembur


    Tradisi nyapu dan nyekar sejatinya bersumber dari sunah Rasulullah SAW, yakni ziarah kubur. Demikian yang diyakini oleh 'urang lembur' (warga kampung) di kebanyakan wilayah di Tatar Galuh maupun Nusantara.

    Setiap hari Jum'at, apatah lagi di bulan Ramadhan, area pekuburan 'Astana Sareupeun' di Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, akan tampak 'haneuteun' atau lebih ramai oleh kehadiran warga setempat.

    Sebelum nyekar, urang lembur (warga kampung) membersihkan atau 'nyapu' terlebih dahulu hunjuran (pusara) makam keluarga yang akan diziarahi.

    Hunjuran yang sering dikunjungi sanak familinya, akan tampak resik dan terawat. Demikian juga sebaliknya. Namun demikian, atas kebaikan warga, biasanya ada saja makam-makam sebelah yang ikut 'terbersihkan'.

    Di satu sisi, hal tesebut menunjukkan kebersihan hati para warga. Apalagi di dalam kunjungan ziarah untuk memuliakan para leluhur atau keluarga yang sudah wafat, tentu nilai-nilai kebaikanlah yang mengemuka, tanpa pamrih atau apa pun. Di sisi lainnya, kebanyakan makam memang masih ada 'pakait' kekerabatan juga, baik dekat maupun jauh hubungannya.

    Menjelang lebaran Aidil Fitri seperti sekarang, 'urang lembur' memang tampak lebih bersemangat dalam 'meresihan' astana. Karena pada hari raya nanti, biasanya 'nu nyekar méh tamplok salembur' alias yang berziarah akan tampak seolah-olah satu kampung tumplek semua pada waktu yang bersamaan.

    Kontributor: Ida Nurulhuda, editor: Yuska Sadéwata

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sejarah

    Fiksi

    Inspirasi